Vaksin Polio Terbaru Lebih Efektif

Kompas.com - 26/10/2010, 10:54 WIB

Kompas.com - Polio merupakan penyakit menular yang tidak ada obatnya karena itu pemberantasan penyakit harus dilakukan dengan vaksinasi polio. Bila semua anak sudah mempunyai kekebalan, maka mereka tidak akan tertular polio dan rantai penularan pun akan terputus.

Riset terbaru menyebutkan para ilmuwan berhasil menemukan vaksin polio yang baru dan telah terbukti memberi perlindungan yang lebih efektif dibanding dengan vaksin polio yang selama ini ada. Vaksin polio terbaru ini sekarang telah dipakai di Afganistan, India dan Nigeria. Para ilmuwan yakin vaksin terbaru ini mampu mengeradikasi penyakit polio.

Penyakit polio disebabkan oleh tiga jenis polivirus, yakni tipe 1, tipe 2 dan tipe 3. Hingga saat ini vaksin yang diberikan pada anak ditargetkan untuk melawan ketiga jenis virus atau hanya salah satunya. Polivirus tipe 1 adalah yang paling ganas dan seringkali menyebabkan wabah. Sedangkan tipe 2 merupakan yang paling jinak.

Polio yang diakibatkan oleh polivirus tipe 2 terakhir kali tercatat ada di India tahun 1999 sehingga kini dibutuhkan vaksin yang mampu melenyapkan dua tipe virus lainnya.

Dalam penelitian yang dilakukan di India, para ahli membandingkan vaksin polio terbaru ini dengan vaksin lama yang diberikan secara oral. Sekitar 830 bayi baru lahir mendapatkan vaksin polio baru atau vaksin versi lama dalam dua dosis, satu dosis ketika baru lahir dan dosis lainnya ketika mereka berusia 30 hari.

Contoh darah para bayi itu diambil sebelum imunisasi dan setelah imunisasi untuk mengukur peningkatan antibodi yang dihasilkan sistem imum dalam melawan polio (seroconversion). Hasilnya, vaksin terbaru ini memberikan perlindungan 30 persen lebih efektif melawan polio dibanding vaksin versi lama.

Tanda klinik penyakit polio pada manusia sangat jelas karena penyakit ini telah dikenal sejak 4.000 sebelum masehi. Pada stadium akut, gejalanya adalah suhu tubuh yang meningkat kadang disertai sakit kepala dan muntah. Kelumpuhan bisa terjadi dalam seminggu dari permulaan sakit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau