Kasus suap

Lagi, Miranda dkk Diperiksa KPK

Kompas.com - 26/10/2010, 12:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Proses penyidikan kasus dugaan suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom terus berlanjut. Miranda sebagai pihak yang diduga memberikan suap sudah diperiksa dua kali berturut-turut minggu ini. Setelah kemarin menjalani pemeriksaan hampir sembilan jam, Selasa (26/10/2010), Miranda kembali memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk diperiksa.

Miranda tiba sekitar pukul 10.05 dengan mobil pribadinya. Namun, hari ini, Miranda tak sendiri. Mantan politisi PDI-P, Agus Tjondro, dan politisi PDI-P yang juga anggota DPR RI, Emir Moeis, turut diperiksa hari ini.

Agus Tjondro tiba di KPK lima menit sebelum Miranda. Sementara itu, Emir yang kini menjabat sebagai Ketua Panitia Anggaran DPR RI ini tiba sekitar pukul 11.25. Ketiganya akan diperiksa untuk mendapatkan gambaran besar tentang kasus suap sebesar Rp 24 miliar tersebut kepada sejumlah anggota Komisi IX DPR RI periode 1999-2004 dari Fraksi PDI-P, Golkar, dan PPP.

Baik Miranda, Agus, maupun Emir diperiksa untuk tersangka yang berbeda-beda. "Katanya, tersangkanya ada 26. Kemarin, saya diperiksa untuk empat tersangka dan hari ini saya diperiksa untuk lima tersangka, Pak Paskah (Paskah Suzetta) dan yang lainnya saya lupa," ungkapnya ketika melangkah masuk ke Gedung KPK.

Sementara itu, Agus Tjondro mengaku diperiksa untuk lima tersangka dalam kasus cek perjalanan pada pemilihan Miranda, seperti Panda Nababan, Angelina Patiassina, M Iqbal, Budiningsih, dan Jefri Tongas Lumban. Semuanya adalah politisi PDI-P.

Emir Moeis yang datang sendiri enggan mengungkapkan maksud pemeriksaannya hari ini. Emir juga terus menampik pertanyaan wartawan yang didasarkan pada pengakuan dan keterangan Agus Tjondro. "Saya enggak pernah dengar seperti itu. Enggak tahu," ungkapnya singkat sambil terus melangkah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau