JAKARTA, KOMPAS.com — Semua warga Jakarta sepertinya mengelus dada atas kondisi Jakarta setelah diguyur hujan deras. Macet, banjir, ataupun genangan, menjadi hambatan yang berbuah umpatan dan keluhan.
Tak hanya warga biasa, menteri sekalipun merasakan hal yang sama. Kawalan petugas pengawal (voorijder) tak mampu membantu sang menteri menembus kemacetan. Seperti pengalaman Menteri Hukum dan HAM Patrialias Akbar, saat terjebak macet pada Senin (25/10/2010) kemarin.
Diceritakan Patrialis, ia meninggalkan Kantor DPR sekitar pukul 17.00. Rencananya, Patrialis akan menuju rumahnya di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan. "Kena macet juga. Dari DPR pukul 5, saya maunya pulang ke rumah, mandi, karena jam setengah 8 malam ada acara lagi di depan TVRI (kawasan Senayan)," ujar Patrialis, seusai mengikuti Sidang Paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Selasa.
Untuk menempuh jarak yang tak terlalu jauh, Patrialis harus menempuh waktu selama dua jam. "Padahal sudah pakai voorijder," katanya.
Ada saran untuk pemegang kendali Jakarta, Pak? Saat ditanya soal ini, Patrialis mengatakan, "Sudah susah, mau dikasih saran apa pun," ujar Patrialis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang