Mayat Bayi Ditemukan di Dalam Selendang

Kompas.com - 26/10/2010, 14:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang bayi laki-laki ditemukan tak bernyawa di RT 05 RW 10 Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Bayi itu ditemukan masih lengkap bersama ari-arinya. Ia dibungkus dengan kain selendang yang biasa dipakai untuk kerudung.

"Mayat bayi didapatkan oleh warga setempat tadi pada pukul 11.00 di depan rumah tak berpenghuni dekat BKT (Kanal Banjir Timur)," kata Kepala Kepolisian Sektor Metro Duren Sawit Komisaris Titiek Setiawati, ketika dihubungi wartawan, Selasa (26/10/2010).

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Metro Duren Sawit Ipda Suwardi menuturkan, pada Selasa pagi pukul 03.00, saksi bernama Mat Sani, seorang tukang ojek, sedang mengantar penumpang. Dalam perjalanan, ia melihat seorang pria dan wanita berboncengan sepeda motor berwarna merah tanpa diketahui nomor polisinya. "Kedua orang itu kemudian menaruh sebuah bungkusan di depan rumah kosong," kata Ipda Suwardi.

Lalu, pada pukul 11.00, ada warga yang belum diketahui namanya telah menemukan sesosok mayat bayi. Kabar penemuan itu kemudian didengar oleh dua saksi lainnya, yaitu Yudi Wiyono, petugas pengecek meteran listrik, dan Sumani, tenaga kebersihan.

Saat ini, Polsek Metro Duren Sawit sedang menangani kasus penemuan bayi tersebut dan memeriksa tiga saksi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau