Lokalisasi

Kamera Pemantau di Dolly Hanya Salah Satu Cara

Kompas.com - 27/10/2010, 03:37 WIB

SURABAYA, KOMPAS - Pemasangan kamera pemantau di kawasan lokalisasi Dolly hanya merupakan salah satu cara pengendalian di kawasan tersebut. Alat tersebut dipastikan tidak akan dipasang di ruang pribadi.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya memang diperintahkan memasang kamera pemantau di berbagai sudut Surabaya. Kebetulan jalan-jalan di sekitar Dolly ikut dipasangi kamera itu, yang fungsi utamanya memantau kondisi keamanan dan lalu lintas. ”Pemasangan kamera itu tidak melanggar kemanusiaan karena bukan di kamar. Kalau dipasang di kamar, itu baru disebut tidak manusiawi,” ujar Risma, Selasa (26/10) di Surabaya.

Pemasangan kamera pemantau merupakan hal lazim di kota dan negara lain. Bahkan, penduduk di sebagian negara dan kota lain merasa lebih aman dengan keberadaan kamera pemantau. Penduduk di sekitar Dolly juga setuju terhadap pemasangan alat tersebut.

Salah satu warga Dukuh Kupang, Yohannes, berharap pola transaksi di kawasan itu berubah. Selama ini para mucikari menawarkan secara terbuka di jalan umum. ”Etalase juga dibiarkan terbuka dan bisa dilihat siapa saja dari jalan. Kalau ada kamera, orang akan segan terbuka seperti sekarang,” tuturnya.

Risma juga menambahkan, penutupan kawasan Dolly tidak bisa serta-merta dilakukan. Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan strategi fisik, sosial, dan ekonomi untuk penutupan itu. ”Jangan sampai mereka yang bekerja di sana malah pindah ke tempat lain setelah Dolly ditutup,” ujarnya.

Potensi pekerja seks komersial (PSK) pindah terbukti setelah beberapa PSK Dolly yang terkena razia memilih ”beroperasi” di beberapa ruas jalan di Surabaya. ”Beberapa waktu lalu ada yang terkena razia dan setelah diperiksa dipastikan terinfeksi HIV/AIDS,” kata Risma. (RAZ)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau