Impor

Buah Lokal Bali Makin Terdesak

Kompas.com - 27/10/2010, 03:40 WIB

Denpasar, Kompas - Permintaan buah impor terus meningkat di Pulau Dewata. Nilai impor buah di Bali periode Januari-Agustus 2010 mencapai sekitar Rp 540 miliar. Angka ini naik 300 persen dari periode sama tahun sebelumnya, yang besarnya Rp 180 miliar. Sementara itu, ekspor buah lokal hanya Rp 2 miliar. Karena itu, posisi buah lokal semakin terdesak.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Bali Gde Darmaja, Selasa (26/10), mengakui maraknya buah impor. Ia memperkirakan tingginya permintaan buah impor berasal dari kalangan perhotelan. Pihaknya pernah menyurvei beberapa hotel berbintang di Nusa Dua, yang memang memprioritaskan buah impor.

”Kami mengakui penampilan buah impor lebih menarik. Namun, secara rasa, buah lokal juga tak kalah enaknya,” kata Darmaja.

Darmaja berjanji akan terus mengimbau pelaku pariwisata agar mendukung gerakan mengonsumsi buah lokal. Namun, imbauan tersebut kerap diabaikan pelaku pariwisata dengan alasan produk dalam negeri tidak memenuhi standar internasional dan selera tamu asing.

Dinas Perindag Bali kini tengah menjajaki pembuatan nota kesepahaman (MOU) dengan kalangan perhotelan melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, serta mengeluarkan peraturan daerah menyangkut hal ini.

Masyarakat Bali juga diakui pada umumnya belum memiliki kesadaran untuk menggunakan produk lokal guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia mencontohkan, masyarakat Bali masih cenderung memilih buah impor untuk perlengkapan upacara.

Sekretaris PHRI Bali Perry Markus mengakui, kalangan perhotelan banyak menggunakan produk impor.

”Kendala utama menggunakan produk pertanian lokal selama ini adalah kontinuitas produksi dan jaminan kualitas. Kalau pemerintah mau menjamin, tentu kami dengan senang hati menerima MOU itu,” tuturnya. (AYS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau