LAGOS, KOMPAS.com — Wabah kolera menewaskan lebih dari 1.500 orang di Nigeria, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa (26/10). Ini merupakan wabah kolera terburuk di negara itu dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah kasusnya tiga kali lebih tinggi dari tahun lalu dan tujuh kali lebih tinggi dibandingkan tahun 2008, kata Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak (Unicef).
Wabah tersebut telah menyebabkan 40.000 kasus di Nigeria dan mengakibatkan 1.555 kematian, kata Unicef. Perempuan dan anak-anak merupakan korban terbanyak, yaitu empat dari setiap lima kasus, kata badan itu. Penyebarannya tampaknya telah meluas, dan kasus-kasus baru masih dilaporkan di beberapa bagian negara, khususnya di wilayah timur laut.
Beberapa ratus orang tewas juga dilaporkan terjadi di Kamerun, negara yang berbatasan dengan Nigeria. "Ada banyak orang yang menyeberang perbatasan sepanjang waktu," kata Dr Eric Mintz dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. "Jadi, tidak mengherankan bahwa kolera juga menyeberang perbatasan." Mintz merupakan pemimpin sanitasi air global dan tim kebersihan epidemiologi untuk CDC yang berbasis di Atlanta, Amerika Serikat.
Kolera disebabkan oleh infeksi bakteri usus dan dalam kasus yang parah yang ditandai dengan diare, muntah, dan kram kaki. Dalam kasus tersebut, cairan tubuh yang menghilang dengan cepat dapat menyebabkan dehidrasi dan shock. "Tanpa pengobatan, kematian dapat terjadi dalam beberapa jam," kata lembaga itu.
Seseorang bisa terkena kolera dengan minum air atau makan makanan yang terkontaminasi bakteri. Dalam suatu epidemi, sumber kontaminasi sering berasal dari kotoran orang yang terinfeksi, dan infeksi dapat menyebar dengan cepat di daerah-daerah di mana terdapat pengolahan limbah yang buruk dan kurangnya air minum yang bersih.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit ini membunuh sekitar 120.000 orang per tahun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang