Kolera Tewaskan 1.555 Orang di Nigeria

Kompas.com - 27/10/2010, 08:36 WIB

LAGOS, KOMPAS.com — Wabah kolera menewaskan lebih dari 1.500 orang di Nigeria, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa (26/10). Ini merupakan wabah kolera terburuk di negara itu dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah kasusnya tiga kali lebih tinggi dari tahun lalu dan tujuh kali lebih tinggi dibandingkan tahun 2008, kata Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak (Unicef).

Wabah tersebut telah menyebabkan 40.000 kasus di Nigeria dan mengakibatkan 1.555 kematian, kata Unicef. Perempuan dan anak-anak merupakan korban terbanyak, yaitu empat dari setiap lima kasus, kata badan itu. Penyebarannya tampaknya telah meluas, dan kasus-kasus baru masih dilaporkan di beberapa bagian negara, khususnya di wilayah timur laut.

Beberapa ratus orang tewas juga dilaporkan terjadi di Kamerun, negara yang berbatasan dengan Nigeria. "Ada banyak orang yang menyeberang perbatasan sepanjang waktu," kata Dr Eric Mintz dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. "Jadi, tidak mengherankan bahwa kolera juga menyeberang perbatasan." Mintz merupakan pemimpin sanitasi air global dan tim kebersihan epidemiologi untuk CDC yang berbasis di Atlanta, Amerika Serikat.

Kolera disebabkan oleh infeksi bakteri usus dan dalam kasus yang parah yang ditandai dengan diare, muntah, dan kram kaki. Dalam kasus tersebut, cairan tubuh yang menghilang dengan cepat dapat menyebabkan dehidrasi dan shock. "Tanpa pengobatan, kematian dapat terjadi dalam beberapa jam," kata lembaga itu.

Seseorang bisa terkena kolera dengan minum air atau makan makanan yang terkontaminasi bakteri. Dalam suatu epidemi, sumber kontaminasi sering berasal dari kotoran orang yang terinfeksi, dan infeksi dapat menyebar dengan cepat di daerah-daerah di mana terdapat pengolahan limbah yang buruk dan kurangnya air minum yang bersih.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit ini membunuh sekitar 120.000 orang per tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau