Pria Jangkung Rentan Kanker Testis

Kompas.com - 27/10/2010, 11:16 WIB

Kompas.com - Pria jangkung memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker testis. Itu sebabnya perlu dilakukan pemeriksaan genital secara rutin untuk mengendus keberadaan kanker yang menyerang skrotum ini secara dini.

Seperti halnya kanker jenis lain, tidak mudah mengetahui pemicu kanker testis. Namun hasil analisa data penelitian yang dilakukan terhadap 10.000 pria diketahui pria yang memiliki tinggi badan di atas rata-rata risikonya untuk terkena kanker testis meningkat hingga 13 persen.

Kendati begitu, para ahli mengatakan Anda yang termasuk bertubuh jangkung tidak perlu cemas berlebihan karena kanker testis termasuk penyakit yang langka, menimpa 1 dari 210 pria. Justru yang perlu lebih diwaspadai adalah faktor risiko lain, seperti riwayat keturunan serta gaya hidup tidak sehat.

Dalam analisa yang dilakukan tim ahli dari Amerika terhadap 13 penelitian, para peneliti tidak menemukan kaitan antara berat badan dengan kanker. Namun tren kejadian kanker meningkat pada pria yang tinggi badannya di atas rata-rata.

"Pria jangkung tidak perlu khawatir berlebihan karena kanker testis cukup jarang, hanya 4 dari 100 pembengkakan testis yang benar-benar kanker," kata Sara Hiom, dari Cancer Research, Inggris.

Akan tetapi para pria disarankan untuk melakukan pemeriksaan organ genitalnya secara rutin untuk mengetahui adanya pembesaran ukuran testis yang tidak normal. Apalagi kini tren kanker ini menyerang pria muda berusia kurang dari 35 tahun. Jika ada pembengkakan, benjolan, atau perubahan warna, segeralah berkonsultasi ke dokter.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau