DOHA, Kompas.com - Satu langkah lagi, impian Caroline Wozniacki untuk mengakhiri tahun 2010 sebagai pemain nomor satu dunia, bakal terwujud. Petenis cantik asal Denmark ini hanya perlu satu kemenangan lagi untuk pertahankan posisi yang sedang didudukinya tersebut.
Saat ini Wozniacki sedang ambil bagian dalam turnamen WTA Championships di Doha. Pada pertandingan pertama, Selasa (26/10/10), pemain berusia 20 tahun ini mengalahkan pemain Rusia yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008, Elena Dementieva, 6-1, 6-1. Ini kemenangannya yang ke-31 dalam 33 pertandingan sejak awal Agustus, yang di dalamnya ia memenangi lima dari tujuh turnamen.
Dalam duel melawan Dementieva, yang lebih berpengalaman dan telah lolos 10 kali ke turnamen akhir tahun ini, Wozniacki tampil sangat sempurna. Pengaturan waktu, dan gerakan hebat, membuat dia menang dengan skor mencolok.
"Tentu saja, sekarang saya pemain yang sulit dikalahkan. Anda tahu, ini sungguh perasaan yang menyenangkan," kata Wozniacki.
"Senang mengetahui bahwa saya telah meraih hasil yang bagus bahwa saya pemain nomor satu di dunia. Itu adalah perasaan yang luar biasa.
"Jelas, ini awal yang baik. Saya sangat senang bisa melalui pertandingan pertama. Mengawali turnamen itu selalu sulit, dan melawan Elena, saya mengalami banyak pertandingan sulit sebelumnya. Maka senang bisa meraih hasil seperti ini."
Sebelumnya, satu-satunya pemain yang mampu mengungguli Wozniacki untuk meraih posisi puncak, Vera Zvonareva, juga meraih kemenangan. Pemain Rusia, finalis Wimbledon dan AS Terbuka itu hanya kehilangan tiga game melawan Jelena Jankovic, mantan peringkat satu dunia asal Serbia.
"Saya mengakhiri pertandingan tetapi menghalami masa yang sangat sulit," kata Jankovic. "Ada masa ketika saya merasa saya akan menyerah."
Belakangan ini, Jankovic mendapat terapi melalui pembuluh darah, cairan langsung dimasukkan melalui pembuluh vena.
"Saya kesulitan bernapas, pening dan perih dan tidak punya tenaga," tambahnya.
Sementara itu Zvonareva bermain bagus, semakin sedikit melakukan kesalahan seiring berlangsungnya pertandingan. "Tetapi saya masih harus meningkatkan konsistensi saya. Itu yang terpenting," katanya.
Kemenangan 6-3, 6-0 itu mempertahankan peluang Zvonareva untuk berakhir sebagai nomor satu pada akhir tahun. Namun untuk itu, dia berharap Wozniacki harus kalah pada pertandingan Rabu (27/10/10) melawan pemain Australia, Samantha Stosur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang