SLEMAN, KOMPAS.com — Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan bahwa tanggap darurat belum perlu diterapkan di wilayahnya. Wilayah bencana akibat meletusnya Gunung Merapi hanya lokal.
"Hanya dalam radius kurang dari 10 km," kata Sultan dalam jumpa pers seusai rapat koordinasi di Pakem.
Menurut Sultan, letusan Merapi memang tidak bisa diprediksi, kapan persisnya dan berapa besar dampaknya. Namun, antisipasi sudah bisa dilakukan jauh-jauh hari sehingga korban bisa diminimalkan.
"Beda dengan gempa atau tsunami yang datang tak terduga," kata Sultan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang