Bogor Gelap, tapi Katulampa Masih Aman

Kompas.com - 27/10/2010, 16:58 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Sejak Rabu (27/10/2010) pukul 14.00 ini, wilayah Kota Bogor digelayuti awan tebal. Hujan pun akhirnya turun pada pukul 15.00, hampir di seluruh wilayah mulai dari ringan hingga lebat.

Hingga berita ini ditulis pukul 16.30, Bogor masih gelap akibat mendung dan hujan tersebut. Namun, ketinggian air di Bendung Ciliwung Katulampa masih di bawah normal, yakni 30 sentimeter.

Pantauan arus lalu lintas di Persimpangan Patung Antinarkoba, di wilayah Kecamatan Bogor Utara, kendaraan yang melintas di Jalan Raya Soleh Iskandar, Jalan Raya Kedung Halang, dan Jalan Tol Lingkar Luar Bogor, hampir semuanya menghidupkan lampu utama kendaraan mereka.

Awan tebal yang masih menyelimuti Bogor dan hujan turun membuat Kota Bogor lebih cepat gelap dari biasanya.

Dari persimpangan tersebut, biasanya pada jam yang sama masih terlihat Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak. Saat ini, dari siang tadi, sama sekali tidak terlihat bayangan gunung-gunung tersebut.

Langit benar-benar berwarna kelabu. Sekali-kali terlihat cahaya kilat dan suara guntur.

Namun, kondisi ketinggian air di Bendung Ciliwung Katulampa masih di bawah batas normal, yakni 30 cm. "Dari pukul 12.00 WIB, tinggi air bertahan di 30 cm. Masih aman. Di sini juga hanya hujan gerimis," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau