BOYOLALI, KOMPAS.com - Warga Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, akan dievakuasi ke tempat pengungsian akhir (TPA) di Kecamatan Sawangan, Magelang, pascasemburan awan panas dari puncak Gunung Merapi.
"Kami akan fokus melakukan evakuasi warga di Tlogolele yang masuk kawasan rawan bencana ke tempat yang lebih aman, Rabu ini," kata Komandan Kodim 0724 Boyolali Letkol (ARH) Soekoso Wahyudi, yang juga koordinator lapangan, di Desa Samiran, Selo, Boyolali, Rabu (27/10/2010).
Menurut dia, pihaknya melakukan tindakan tersebut, karena Desa Tlogolele merupakan daerah rawan bencana yang dekat dengan aliran Sungai Kali Apu atau aliran lahar dari puncak Merapi.
"Tlogolele ini, juga jaraknya dari puncak Merapi cukup dekat sekitar tiga hingga lima kilometer. Kami segera melakukan evakuasi warga ke TPA Sawangan, karena Merapi statusnya masih awas," katanya.
Dandim menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk melakukan evakuasi, baik menyediakan armada, pendirian tenda-tenda dan logistik untuk para pengungsi.
"Kami sudah melakukan rakor dengan instansi terkait untuk persiapan evakuasi, karena Merapi kondisinya masih berbahaya," katanya.
Menurut dia, dua unit armada truk sudah dipersiapkan di Tlogolele dan di TPA Samiran, sehingga pihaknya tinggal melakukan pendekatan dengan warga setempat untuk segera mengungsi ke tempat yang aman.
Menyinggung ratusan pengungsi di Desa Samiran, Selo, telah meninggalkan lokasi pengungsian, Dandim mengatakan, mereka beralasan ingin melihat kondisi rumahnya dan ingin memberikan makan ternaknya yang ditinggalkan mengungsi, Selasa (26/10) petang.
Menurut Dandim, warga sebenarnya sudah diberikan pengertian, karena kondisi Merapi masih awas dan masih berbahaya bagi mereka jika tidak bertahan di pengungsian.
Sementara Camat Selo, Jiwan Sutopo, mengatakan warga yang mengungsi di Selo, sekitar 635 jiwa, menempati masjid, aula kecamatan, barak di lapangan Samiran, dan gedung Dinas setempat.
Mereka mulai meninggalkan lokasi pengungsian sekitar pukul 07.00 WIB dan kembali ke rumahnya masing-masing di Dukuh Sumber, Sepi, Kajor, Bangunrejo di Desa Klakah.
Sementara kondisi di TPA Lapangan Samiran Selo, telah mengalir sejumlah logistik dan peralatan seperti tenda, baik dari Pemkab Boyolali, Perhutani Tlawah, Askes, dan masyarakat.
Menurut Jiwan Sutopo, logistik di antaranya beras, mi instan, sarden, selimut, air mineral yang akan disalurkan ke warga yang mengungsi di TPS maupun TPA.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang