Gandeng Wika, Perumnas Bangun Apartemen

Kompas.com - 27/10/2010, 17:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak puas hanya mengembangkan perumahan, Perum Perumahan Nasional (Perumnas) berniat membangun proyek apartemen. Untuk melancarkan rencana tersebut, Perumnas menggandeng badan usaha milik negara (BUMN) konstruksi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Himawan Arief Sugoto, Direktur Utama Perum Perumnas, menyebutkan, proyek apartemen ini akan menelan investasi sebesar Rp 1 triliun. Dana tersebut berasal dari kas internal, pinjaman BUMN lain, dan pinjaman perbankan. Ia tidak merinci detail bangunan dan jumlah apartemen tersebut. "Saya berharap, pembangunan apartemen tersebut bisa dilaksanakan tahun depan," ujarnya.

Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo membenarkan mengenai rencana kerjasama dengan Perumnas dalam pengembangan bisnis properti. Namun dia enggan mengungkapkan detail rencana ini. "Kami ada sinergi dengan Perumnas," ujar Bintang singkat.

Sebelumnya, WIKA dan Perumnas telah bekerjasama dalam proyek rumah susun milik (rusunami) di Malaka Green Klender, Jakarta Timur. Nilai proyeknya sekitar Rp 100 miliar. Dalam proyek apartemen, Perumnas akan bertindak sebagai pemilik proyek. WIKA akan bertindak sebagai kontraktor dengan skema engineering, procurement, contract (EPC).

Walaupun melebarkan sayap usaha ke bisnis apartemen, Perumnas tidak mengabaikan bisnis utamanya, membangun proyek perumahan. Tahun depan, Perumnas akan membangun sekitar 20.000 unit rumah. Sebagian besar adalah proyek perumahan kelas menengah dan menengah atas.

Untuk mendanai proyek tersebut, Perumnas berusaha mendapat dana dari lantai bursa dengan menerbitkan obligasi tahun depan. "Target dananya sebesar Rp 1,5 triliun," imbuh Himawan.

Tahun ini, Perumnas menargetkan pembangunan sekitar 15.000 unit rumah. Dananya dari subsidi pemerintah sebesar Rp 300 miliar. Selain itu, Perumnas juga menggarap perumahan karyawan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Garuda Indonesia, PT Kereta Api, dan Perum Bulog.

Saat ini, pangsa pasar properti yang dikembangkan Perumnas di dalam negeri baru sekitar 10 persen dari kebutuhan 180.000 rumah per tahun. Sampai tahun 2013 mendatang, Perumnas menargetkan untuk membangun 50.000 unit rumah per tahun. (Fitri Nur Arifenie/KONTAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau