YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Korban meninggal akibat awan panas atau wedhus gembel yang keluar dari Gunung Merapi terus bertambah. Di RS DR Sardjito, jumlah korban meninggal sampai Rabu (27/10/2010) sore tercatat 29 orang.
Petugas dari tim Disaster Victim Identification Polda DIY bersama dengan tim forensik RS DR Sardjito terus berupaya mengidentifikasi jenazah yang datang. Sampai saat ini, jumlah jenazah yang sudah teridentifikasi secara benar baru mencapai 10 orang.
Saat ini, enam jenazah yang telah diidentifikasi telah diambil keluarga untuk dimakamkan. Adapun warga lainnya masih menunggu kepastian identifikasi anggota keluarga yang diduga meninggal.
Kepala Bidang Hukum dan Humas RS DR Sardjito Trisno Heru Nugroho mengatakan, jenazah yang diduga sebagai Mbah Maridjan juga belum selesai diidentifikasi.
Berdasarkan data sekunder, jenazah tersebut memang cocok dengan Mbah Maridjan. Data sekunder itu antara lain adalah sarung kotak-kotak, kemeja batik, dan kopiah yang kerap ia pakai. Selain itu, berdasarkan ciri fisik yang dicatat oleh Keraton Yogyakarta, dua ibu jari Mbah Maridjan bengkok mengarah keluar. "Dari data sekunder, semuanya cocok dengan jenazah yang diduga sebagai Mbah Maridjan," ungkap Trisno.
Meski begitu, kecocokan data sekunder saja tidak cukup. Tim masih perlu melihat kecocokan data primer, yakni lewat tes DNA. Sampel DNA keluarga, yakni dari istri dan anak Mbah Maridjan, telah diambil.
Menurut dia, jenazah yang diduga Mbah Maridjan itu ditemukan di kamar mandi dalam posisi sujud.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang