Rupiah

BI Jaga Rupiah di Rp 8.900-Rp 9.300

Kompas.com - 27/10/2010, 18:53 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com -  Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan pihaknya akan menjaga agar nilai tukar rupiah tidak menyimpang dari nilai fundamentalnya yang berada di kisaran Rp 8.900 - Rp 9.300 per dollar Amerika Serikat (AS).

"Kita akan jaga rupiah tidak menyimpang dari nilai fundamentalnya. Dan nilai fundamental itu ada hitungannya Rp 8.900 sampai Rp 9.300 per dollar AS. Bisa juga sedikit di bawah itu," kata Darmin di Bandung, Rabu.

Menurutnya, untuk menjaga rupiah tidak berfluktuasi terlalu tinggi, BI akan membeli valas dari pasar uang sehingga akan menambah pasokan rupiah sehingga nilainya tidak terlalu menguat.

Namun, dengan banyaknya rupiah maka BI harus menariknya untuk mencegah inflasi dengan Sertifikat Bank Indonesia. "Itu memang menjadi biaya bagi BI dan mempengaruhi neraca BI," katanya.

Dijelaskannya, sejak krisis 2008 sampai saat ini banyak arus dana asing masuk ke negara-negara emerging market termasuk Indonesia karena belum pulihnya ekonomi dunia dan menariknya pertumbuhan ekonomi negara-negara itu.

"Dollar AS menyebar ke banyak negara sehingga nilainya turun sementara mata uang negara lain menguat termasuk rupiah. Ini terjadi di seluruh dunia," katanya.

Pelemahan dollar AS ini kalau dibiarkan, akan membuat mata uang negara-negara emerging market termasuk Indonesia akan terlalu kuat sehingga bisa keluar dari nilai fundamentalnya dan bisa mengganggu perekonomian. "Ini tren yang akan terjadi berkepanjangan," kata Darmin.

Kurs rupiah sejak awal tahun terus menguat dan pada semester kedua menembus Rp 9.000 per dollar AS dan akhir-akhir ini berada di posisi Rp 8.975 per dollar AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau