PADANG, KOMPAS.com — Jasad korban tsunami di Pulau Pagai, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, dimakamkan hanya berbungkus plastik hitam karena belum tersedianya kantong mayat.
"Jasad yang ditemukan langsung dibungkus plastik hitam karena kondisinya telah rusak dan menimbulkan bau. Dengan berbungkus plastik, jasad-jasad dimakamkan," kata anggota Tim Layanan Informasi Bencana Mentawai, Kantor Kecamatan Pagai Selatan, Hermansyah, di Pagai, Rabu (27/10/2010) malam.
"Pemakaman dilakukan juga secara darurat oleh pihak keluarga bersama tim relawan," tambahnya.
Pencarian dan evakuasi korban selama Rabu dilakukan oleh sekitar 80 orang anggota tim SAR gabungan dan relawan yang dibantu warga setempat.
Menurut dia, karena jumlah relawan dan tim SAR masih terbatas, sedangkan jumlah korban ratusan sehingga belum semua jasad bisa dievakuasi dan dimakamkan.
Jasad korban yang belum dievakuasi masih ada di puing-puing bekas tsunami dan ada yang di rawa-rawa.
Ia mengatakan, dengan bertambahnya tim SAR dan relawan yang datang dari Padang dan sampai di Sikakap, Rabu siang, diharapkan upaya pencarian dan evakuasi korban bisa lebih cepat.
Jumlah korban tewas akibat bencana ini yang telah terdata hingga Rabu malam di Posko Bencana di Kantor Kecamatan Sikakap tercatat 311 orang.
Sementara jumlah warga dilaporkan hilang yang belum ditemukan dilaporkan 411 orang.
Jumlah rumah warga yang rusak berat dan yang hilang diseret tsunami terdata sebanyak 426 unit dan yang rusak ringan 200 unit.
Gempa 7,2 SR diikuti tsunami melanda Kabupaten Kepulauan Mentawai dan sejumlah wilayah lainnya di Sumbar pada Senin malam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang