Tsunami mentawai

Tak Ada Kantong, Jasad Dibungkus Plastik

Kompas.com - 27/10/2010, 22:41 WIB

PADANG, KOMPAS.com — Jasad korban tsunami di Pulau Pagai, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, dimakamkan hanya berbungkus plastik hitam karena belum tersedianya kantong mayat.

"Jasad yang ditemukan langsung dibungkus plastik hitam karena kondisinya telah rusak dan menimbulkan bau. Dengan berbungkus plastik, jasad-jasad dimakamkan," kata anggota Tim Layanan Informasi Bencana Mentawai, Kantor Kecamatan Pagai Selatan, Hermansyah, di Pagai, Rabu (27/10/2010) malam.

"Pemakaman dilakukan juga secara darurat oleh pihak keluarga bersama tim relawan," tambahnya.

Pencarian dan evakuasi korban selama Rabu dilakukan oleh sekitar 80 orang anggota tim SAR gabungan dan relawan yang dibantu warga setempat.

Menurut dia, karena jumlah relawan dan tim SAR masih terbatas, sedangkan jumlah korban ratusan sehingga belum semua jasad bisa dievakuasi dan dimakamkan.

Jasad korban yang belum dievakuasi masih ada di puing-puing bekas tsunami dan ada yang di rawa-rawa.

Ia mengatakan, dengan bertambahnya tim SAR dan relawan yang datang dari Padang dan sampai di Sikakap, Rabu siang, diharapkan upaya pencarian dan evakuasi korban bisa lebih cepat.

Jumlah korban tewas akibat bencana ini yang telah terdata hingga Rabu malam di Posko Bencana di Kantor Kecamatan Sikakap tercatat 311 orang.

Sementara jumlah warga dilaporkan hilang yang belum ditemukan dilaporkan 411 orang.

Jumlah rumah warga yang rusak berat dan yang hilang diseret tsunami terdata sebanyak 426 unit dan yang rusak ringan 200 unit.

Gempa 7,2 SR diikuti tsunami melanda Kabupaten Kepulauan Mentawai dan sejumlah wilayah lainnya di Sumbar pada Senin malam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau