DHAKA, KOMPAS.com - Sedikitnya 55 anak jatuh sakit, Rabu (27/10), setelah mereka makan biskuit yang berasal dari Program Pangan Dunia (WFP) PBB di wilayah Govindaganj, Gaibandha, Bangladesh, 268 kilometer di sebelah barat-laut Dhaka, ibukota negara itu.
Pejabat kepala pelaksana wilayah itu, Abdul Wahed, mengatakan kepada Xinhua melalui telepon bahwa biskuit tersebut dipasok ke sekolah dasar Kalitola di bawah Program Pemberian Makan untuk Sekolah oleh Program Pangan Dunia PBB. Abdul Wahed mengatakan anak-anak memakan biskuin berprotein tinggi itu dalam kondisi perut kosong sehingga keasaman terbentuk di perut mereka. Wahed mengatakan, kebanyakan anak merasa sakit di dada dan perut. Mereka lalu dibawa ke kompleks kesehatan di wilayah tersebut.
Kepala pelaksana itu menyatakan pasokan biskuit telah dihentikan ke sekolah lain. Kondisi anak-anak tersebut membaik dan sebagian anak telah diperkenankan pulang dari rumah sakit.
Wahed mengatakan, sampel biskuit tersebut telah dikumpulkan dan dikirim ke Dhaka untuk diteliti. Banyak siswa mengatakan, banyak kemasan biskuit sudah terbuka, kata pejabat itu. Shahidul Islam, Kepala Sekolah Dasar Kalitala mengatakan, biskuit tersebut memiliki monogram hitam atau biru di kemasannya. Siswa yang memakan biskuit dari kemasan dengan monogram hitam yang jatuh sakit.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang