Jakob Oetama: Lega dan Bangga Bisa Bangun "Green Building"

Kompas.com - 28/10/2010, 11:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pendiri dan Presiden Komisaris Kompas Gramedia Jakob Oetama mengaku lega dan bangga perusahaannya dapat membangun green building di Jakarta.

“Jujur saja, sebelumnya saya agak waswas dengan persoalan banjir di Jakarta saat ini dan gedung-gedung tinggi disebutkan jadi penyebabnya. Namun, saya lega dan bangga karena gedung yang dibangun Medialand ini gedung ramah lingkungan, green building,” kata Jakob Oetama dalam acara penutupan atap terakhir (topping off) gedung Allianz Tower di kawasan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (28/10/2010) pagi.

Hadir antara lain Presiden Direktur Medialand International Teddy Surianto, Komisaris Medialand Irwan Oetama, Presiden Direktur Allianz Indonesia Joachim Wessling, dan CEO Leads Marketing Consultant Hendra Hartono.

Menurut Jakob Oetama yang juga Pemimpin Umum Harian Kompas, green building kini merupakan salah syarat utama pembangunan gedung di Jakarta. “Dan kami bangga bisa membangun gedung yang ramah lingkungan dan hemat energi. Kami bangga bisa ikut berkontribusi pada pelestarian lingkungan,” kata Jakob Oetama.

Sementara itu, Presdir Medialand Teddy Surianto mengatakan, green building kini merupakan kebutuhan perusahaan, terutama perusahaan multinasional.

Medialand bersyukur karena Allianz Tower menyewa 60 persen ruangan di gedung sehingga memperoleh hak nama gedung ini. Allianz Tower dapat digunakan pada Februari 2011.

CEO Leads Marketing Consultant Hendra Hartono menyampaikan rasa salut kepada Medialand yang berani membangun green building di Jakarta karena selama ini green building belum populer.

Green building banyak dicari perusahaan asing yang memang menerapkan syarat itu pada gedung yang akan ditempati sebagai kantor.

“Pada Januari 2008, Allianz mencari kantor baru dengan kriteria sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Kriteria yang diinginkan Allianz ternyata dapat dipenuhi Medialand dalam bentuk ramah lingkungan dan hemat energi,” ungkap Hendra Hartono, yang perusahaannya menjadi agen pemasaran tunggal gedung yang dibangun Medialand.

Desain Allianz Tower yang unik dan elegan ini hasil mahakarya arsitek Budiman Hendropurnomo dari Denton Corker Marshall Indonesia. “Allianz Tower dirancang secara optimal untuk menekan global warming dan pengaruh gedung terhadap alam. Bangunan gedung hanya 30 persen dari luas lahan. Selebihnya, 70 persen berupa ruang terbuka hijau,” kata Budiman. (Robert Adhi Ksp)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau