Mafia kasus

Saksi: Susno Mau "Habisi" Sjahril

Kompas.com - 28/10/2010, 15:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisaris Polisi M Zulkarnaen, mantan Koordinator Staf Pribadi Kepala Bareskrim Polri waktu dijabat Komisaris Jenderal Susno Duadji, mengatakan, Susno kerap mengeluh jika Sjahril Djohan datang menemui di ruang kerjanya.

Zulkarnaen, saat bersaksi di sidang terdakwa Susno di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/10/2010), mengatakan, Sjahril sering menemui Susno. Sebelum bertemu Susno, Zulkarnaen selalu memberi tahu Susno terlebih dulu bahwa ada tamu.

"Saya bilang Pak Sjahril datang. (Susno jawab) 'Dia lagi-dia lagi. Apa sih mau nih orang. Tunggu aja, kalau Wakapolri sudah pensiun, saya habisi dia'," ucap Zulkarnaen menirukan perkataan Susno. Namun, ia tidak menjelaskan apa maksud kata "habisi" itu.

Zulkarnaen mengatakan, jika datang melewati pintu depan Gedung Bareskrim Polri, Sjahril bebas masuk tanpa mengisi buku tamu. Sjahril juga dapat masuk melalui pintu belakang.

Dia mengaku kerap merokok bersama Sjahril di parkiran mobil Kabareskrim yang terletak di belakang gedung. "Pak Susno paling anti sama rokok, jadi saya ngerokok di luar," jelas dia.

Sama seperti anggota Polri lain saat bersaksi, Zulkarnaen juga pernah mendengar Sjahril memanggil Susno dengan sebutan "Sus".

"Begitu keluar saya tegur, Pak Sjahril kok berani sekali. (Sjahril menjawab) 'Kan enggak apa-apa, saya lebih tua, lebih senior. Banyak di Mabes Polri ini yang saya panggil nama saja," ucap dia menirukan pembicaraan dengan Sjahril.

"Mungkin kalau orang terlalu kuat, mungkin berani (panggil 'Sus')," tambah dia.

"Kuat apa?" tanya Haswandi, hakim anggota.

"Kuat apa saja. Kalau saya enggak berani," jawab Zulkarnaen.

Tak hanya itu, Zulkarnaen juga mengatakan bahwa Sjahril memiliki ruang sendiri di sekitar ruang kerja Wakil Kepala Polri yang terletak di Gedung Utama Mabes Polri.

Ia tahu Sjahril memiliki ruang sendiri saat akan mengantarkan bahan rapat ke staf pribadi Wakapolri. Saat itu, ia bertemu Sjahril di dekat ruang kerja Wakapolri.

"Saya bilang, 'Bang di sini'. (Sjahril bilang) 'Mau ngapain?' (Zulkarnaen jawab) 'Antar barang. Kalau begitu ke ruangan saya. Kita sama-sama perokok, kita ngerokok-lah'," jelas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau