Tsunami mentawai

Korban Tsunami Cari Sendiri Keluarganya

Kompas.com - 28/10/2010, 17:56 WIB

PAGAI UTARA, KOMPAS.com — Sebagian korban bencana tsunami yang menghajar sebagian wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai melakukan pencarian sendiri untuk menemukan anggota keluarga mereka yang masih hilang.

Dusun Sabeugunggung, Desa Betumonga, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, yang merupakan satu wilayah terparah diluluhlantakkan tsunami, Kamis (28/10/2010), sebagian warganya tampak masih tampak melakukan pencarian sekalipun banyak di antaranya yang menyerah. Dusun itu bisa ditempuh dengan waktu sekitar 1,5 jam pelayaran pada wilayah perairan terbuka dengan gelombang laut yang tidak bisa diprediksi.  

Korban tewas di lokasi itu diperkirakan mencapai lebih dari 200 orang, yang sebagian besar di antaranya belum ditemukan. Bau dari jenazah yang tersebar pada sejumlah titik pada radius hingga satu kilometer dari bibir pantai tercium menyengat.

Kurangnya kantong jenazah dan lokasi jenazah yang tertimbun di bawah pepohonan tumbang dan reruntuhan bangunan rumah menyebabkan banyak jenazah belum bisa dievakuasi.

Kurangnya personel di lokasi terdampak yang selama ini belum terjamah itu menjadikan persoalan makin kompleks.

Kompas, yang bersama sembilan anggota Basarnas Kota Padang ke lokasi tersebut pada Kamis (28/10/2010) pagi, menemukan tidak ada lagi rumah warga yang berdiri di dusun dengan jumlah penduduk total sekitar 260 orang itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau