Tsunami mentawai

Presiden Tinjau Korban Gempa dan Tsunami

Kompas.com - 28/10/2010, 18:44 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono meninjau langsung korban bencana gempa dan tsunami di dusun Purou-Rougat, Mentawai, Sumbar, Kamis (28/10/2010).

Presiden tiba di Purou-rougat sekitar pukul 12.00 WIB melalui jalur udara dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Ketaping, Padangpariaman.

Presiden mengunjungi korban di salah satu titik terkena dampak tsunami itu, didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menkes Endang Rahayu Sedyaningsing dan Menko Kesra Agung Laksono, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Syamsul Maarif.

Pantauan di dusun Purou-rougat sebagian rumah penduduk setempat mengalami rusak dihantam gelombang tsunami. Namun perkampungan itu masih ditempati penghuninya.

Tim evakuasi gabungan sudah mendirikan tenda darurat di Purou-rougat, bagi warga yang mengalami luka-luka dikirim langsung ke posko utama tanggap darurat di Sikakap.

Purou-rougat ditempuh melalui jalur laut dengan speed boad dari Sikakap, bisa menghabiskan waktu sekitar satu jam.

Hempasan gelombang tsunami sekitar 150 meter melanda perkampungan Purou-rougat dengan membawa material berupa batu karang dengan diameter cukup besar, ada yang setinggi badan orang dewasa.

Kondisi itu, membuat dusun Purou-rougat mencekam dan porakporanda akibat hantaman tsunami Senin (25/10/2010) malam tersebut.

Setelah Kepala Negara meninjau perkampungan Purou-Rougat, tim gabungan langsung kembali menelusuri di kawasan perairan itu, guna mencari korban yang masih belum ditemukan.

Tim gabungan yang membangun tenda darurat di Purou-rougat, terdiri dari TNI, SAR dan sejumlah personel evakuasi lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau