Survei

Konsumen Nilai Indonesia Masih Krisis

Kompas.com - 28/10/2010, 21:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lebih dari 50 persen konsumen Indonesia masih melihat perekonomian nasional masih belum dalam pulih dari dampak krisis ekonomi. Hal ini dikatakan Managing Director Badan Survey the Nielsen Company indonesia, Chatherine Eddy, di Kantornya, Jakarta, Kamis (28/10/2010).

"Sangat menarik bahwa sedikit di atas 50 persen konsumen yang disurvei mengatakan bahwa kita masih dalam resesi dan merasa hal ini akan berlanjut hingga tahun depan," paparnya, berdasarkan survei Neilsen.

Seperti dikatakannya, 53 persen konsumen di Indonesia berpendapat bahwa negeri ini masih berada dalam resesi ekonomi dan hanya 26 persen yang percaya bahwa Indonesia akan keluar dari resesi tersebut dalam 12 bulan mendatang.

Namun, tegasnya, konsumen masih terlihat positif dan level kepercayaan masih stabil tahun ini dan tetap merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. "Ini tentunya menunjukkan optimisme yang besar, namun tetap ada rasa hati-hati pada konsumen Indonesia," terangnya.

Sementara itu, berdasarkan survei yang dilaksanakan 3-21 September 2010 lalu, menurut Eddy, bagi konsumen di Indonesia bahwa ekonomi tetap merupakan kekhawatiran utama.

Setelah itu, imbuhnya, kemudian kekhawatiran konsumen di Indonesia diikuti oleh keseimbangan pekerjaan atau kehidupan, pemanasan global, dan kesejahteraan orang tua. Ditegaskannya, mengenai pemanasan global tercatat di Asia Pasifik berada pada peringkat ke-9 dan Indonesia berada pada urutan ketiga.

Menurutnya, hal ini menunjukkan betapa pentingnya hal ini bagi masyarakat Indonesia. Untuk diketahui, Survei kepercayaan konsumen Global Nielsen ini dilakukan pada lebih 26 ribu konsumen di 53 negara di Asia Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah dan Amerika Serikat. (Andri Malau)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau