Lulur Tradisional untuk Memanjakan Kulit

Kompas.com - 29/10/2010, 08:39 WIB

KOMPAS.com - Sebenarnya perawatan tradisional Indonesia sudah sangat modern. Sebut saja lulur, yang sama dengan body scrub. Perawatan ini fungsinya untuk mengangkat sel-sel kulit mati yang kasar agar sel kulit kembali bersih dan bisa bernafas.

Tetapi ternyata setiap jenis kulit memiliki kebutuhan lulur masing-masing. Louise Jumarani, penulis buku The Essence of Indonesian Spa: Spa Indonesia Gaya Jawa dan Bali, membagikan pengetahuannya seputar memilih lulur atau body scrub yang benar-benar akan merelaksasi keunikan kulit kita masing-masing.

Lulur kuning Jawa Mengandung bahan dasar pandan wangi, sari tepung beras, kunyit, dan temu giring yang fungsinya untuk mendinginkan kulit sehingga kulit tampak kuning langsat, bersih, halus, serta harus. Cara penggunaan produk ini adalah dengan mencampurkan 100 gram bubuk lulur dengan 75 ml air mawar hingga diperoleh campuran yang pekat. Oleskan minyak cendana pada bagian tubuh yang akan dilulur, lalu gosokkan lulur yang sudah dicampur air sari mawar tadi. Gosok dengan gerakan memutar dan tekan dorong agar proses pengangkatan sel-sel kulit mati berjatuhan bersamaan dengan sisa lulur.

Lulur bengkoang Terbuat dari ekstrak buah bengkoang yang memiliki komposisi mineral bengkoang sebagai zat pembersih yang sempurna untuk kulit kusam, serta dapat mencerahkan kulit secara alami. Alhasil kulit akan nampak begitu bersih, cerah, dan segar. Konon, lulur ini sudah dari dulu dilakukan oleh para puteri keraton Jawa. Manfaat lulur ini adalah mengangkat kulit mati, menghilangkan bau badan, memberi nutrisi pada kulit, memperbaiki sirkulasi O2 dan peredaran darah, mencerahkan warna kulit, serta menjaga kelembaban kulit agar tidak keriput.

Lulur boreh Bali Lulur ini bertujuan untuk mengeluarkan racun dalam tubuh atau detoksifikasi, menghangatkan tubuh, dan merileksasi otot-otot. Perawatan ini akan diawali dengan pemijatan agar peredaran darah kita lancar, diikuti dengan saluran getah bening yang lancar. Saluran getah bening atau lymph drainage adalah saluran pembuangan kering dan sisa pembakaran tubuh.

Setelah pemijatan, terapis akan mengoleskan boreh yang merupakan campuran bubuk boreh dengan sari air mawar. Boreh terbuat dari rempah-rempah alami yang terdiri dari kunyit, cengkeh/pala, lengkuas, jahe, dan kayu manis. Fungsinya untuk memperlancar peredaran darah, melembutkan kulit, memiliki efek menghangatkan tubuh, membantu tubuh mengeluarkan racun, dan memberikan keseimbangan suhu tubuh. Jika kita sedang mengalami gejala flu, keletihan, dan pegal-pegal, silakan melakukan perawatan lulur boreh Bali.

Balinese “murut” body scrub Ini adalah lulur dengan ramuan khas Bali yang mengandung coconut oil, kemiri, jahe, dan kunyit. Bahan-bahan ini akan mengangkat kotoran kulit, membersihkan kulit dari bakteri, dan memiliki unsur stimulan alami dengan bahan penghangat tubuh. Sehingga, dapat mempercepat proses pengangkatan kotoran dan membuat kulit senantiasa lembab secara alami. Cara menggunakannya, campurkan 100 gram bubuk murut dengan air mawar hingga adonan pekat. Gosok dengan gerakan mengusap, sampai kotoran berjatuhan sehingga membersihkan sisa sel-sel kulit mati.

Lulur cokelat Cokelat kaya akan lemak cokelat atau cocoa butter. Berkhasiat untuk mengangkat kulit mati, kotoran, dan debu. Tidak hanya itu, cocoa butter juga bisa mengharumkan badan, memberi nutrisi kulit, memperbaiki sirkulasi oksigen, dan peredaran darah tepi. Bahan cokelat yang kaya antioksidan juga menjaga kelembaban kulit, sehingga cocok untuk kulit yang kering akibat AC.

Lulur tea scrub Bahan-bahannya adalah teh berkualitas, bisa green tea atau black tea, serta beras putih. Gunanya untuk mengangkat kulit mati, kotoran, dan debu. Lulur ini juga memberikan nutrisi pada kulit, mencegah kulit keriput, mencegah jerawat, serta menghilangkan selulit. Kadar antioksidannya yang tinggi, membuat kulit bisa dengan alami menghilangkan bekas jerawat, noda-noda hitam, bahkan mencegah kanker kulit.

Lulur kopi Biasanya bahan yang digunakan adalah kopi Bali asli, beras merah, ketan hitam, dan beras putih. Fungsinya untuk mengangkat kulit mati, kotoran, debu, memperbaiki sirkulasi oksigen dan peredaran darah. Itu mengapa, lulur ini dapat menghilangkan rasa lelah kita serta meratakan tampilan selulit pada permukaan kulit.

Lulur garam laut Ternyata selain untuk berendam, garam laut juga bisa digunakan untuk scrub. Berfungsi sebagai antiseptik, karena kandungan mineralnya bisa untuk menghilangkan bau badan dan gatal-gatal. Cara meramunya, 100 gram sea salt dicampur dengan 30 ml soy bean oil dan 6 tetes aromaterapi. Setelah itu, oleskan ke seluruh tubuh sambil digosokkan dengan gerakan memutar secara perlahan, sehingga kotoran yang melekat di kulit menjadi terlepas.

Lulur strawberry Ekstrak strawberry yang mengandung asam salisat, silika, serta vitamin B, C, E, dan K, berfungsi sebagai bahan eksfoliasi agar kulit tetap lembut, lembab, serta kencang. Kita bisa membuatnya sendiri di rumah dengan cara menumbuk beberapa buah strawberry yang telah dipisahkan dari tangkai dan daunnya. Untuk memberikan efek lembab tambahan, berikan cairan susu segar secukupnya sehingga kulit menjadi lebih kenyal.

Lulur buah pepaya Pepaya terkenal dengan kandungan enzim yang tinggi pada daun dan buahnya. Enzim ini bisa menghaluskan sehingga sering digunakan sebagai pelunak daging. Buah pepaya juga mengandung vitamin A, E, F, dan H yang dapat menghaluskan kulit, memberi nutrisi, serta mempertahankan elastisitas kulit. Cara penggunaannya: oleskan campuran 100 ml buah pepaya yang sudah dihancurkan dengan 20 butir kemiri yang sudah ditumbuk. Setelah itu, gosokkan merata ke seluruh tubuh hingga kandungan enzim dapat berfungsi sebagai scrub.

(Prevention Indonesia Online)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau