Bantu perekonomian

BI: Ayo Menabung

Kompas.com - 29/10/2010, 15:23 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com  - Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan jumlah tabungannya di bank, karena hal tersebut bisa membantu perekonomian suatu daerah.

Menurut Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, Indonesia merupakan negara yang tingkat tabungannya tidak cukup untuk membiayai investasi.

Akibatnya, Indonesia menggantungkan diri pada Penanaman Modal Asing (PMA), agar bisa membiayai berbagai investasi dalam negeri.

"Contohnya bila tabungan seseorang hanya berjumlah 20 juta dan tidak ditambah lagi, maka bunga yang ada tidak cukup untuk membiayai investasi," jelasnya, usai melantik Pemimpin BI Gorontalo yang baru, Jumat (29/10/2010).

Hal itu, kata dia tak hanya akan berimbas pada bank, namun kepada masyarakat umum, sehingga pemerintah dan perbankan harus bisa memberdayakan masyarakat untuk terus menabung.

Selain mengimbau masyarakat menabung, pemerintah dan BI juga meluncurkan kredit tanpa bunga, melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). "Dengan KUR ini, tabungan sekecil apapun misalnya lima puluh ribu rupiah, jumlahnya tetap dan tak dikenakan biaya administrasi dan biaya lainnya," tambahnya.

Ia berharap KUR mampu memberikan nuansa lain dalam membangun perekonomian daerah, khususnya yang sedang berkembang seperti Gorontalo

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau