Redknapp: Gol Nani Skandal

Kompas.com - 31/10/2010, 04:04 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Pelatih Tottenham Hotspur, harry Redknapp mengecam gol Nani ke gawang timnya, juga wasit Mark Clattenburg yang mengesahkannya. Menurutnya, gol itu adalah skandal terbesar Premier League musim ini.

Manchester United menang 2-0. Gol terakhir dicetak Nani dengan cara mudah dan mengejutkan.

Nani sebelumnya melakukan handsball di kotak penalti Hotspur, setelah terjatuh dan meminta tendangan penalti.  Namun, wasit tak memberikannya. Kiper Hotspur, Heurelho Gomes merasa ini tendangan bebas, karena semua orang tahu Nani handsball. Dia pun meletakkan bola di bawah dan mundur untuk siap melakukan tendangan.

Karena wasit belum meniup peluit, Nani langsung maju dan menendang bola ke gawang Hotspur. Wasit mengesahkan gol itu. Ia mengesampingkan hakim garis Simon Beck yang mengangkat bendera.

"Itu jelas handsball. Nani jelas-jelas memegang bola dan seharusnya wasit memberi kartu kuning. Semua orang tahu dan melihat dia handsball. Maka, wajar jika kami mengira ini tendangan bebas. Sayang, hanya wasit yang tak melihat handsball itu," keluh Harry Redknapp.

"Keputusan ini skandal dan wasit yang membuat skandal ini," kecamnya. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau