Merapi

Anggota TNI Masih Jaga Rumah Korban

Kompas.com - 31/10/2010, 08:12 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Anggota TNI masih melakukan penjagaan rumah penduduk korban letusan Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang kosong ditinggal mengungsi untuk mengantisipasi tindakan penjarahan.

Tentara Nasional Indonesia melakukan penjagaan rumah-rumah penduduk yang ditinggal pengungsi dengan dibantu kalangan warga.

Mereka menjaga di setiap pos yang akan masuk ke kawasan perkampungan yang ditinggal penghuninya untuk mengungsi.

Penjagaan dilakukan mulai dari Posko Umbulharjo hingga Dusun Pelemsari yang merupakan kawasan terlarang ditinggali penduduk, menyusul letusan gunung yang terletak di perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Rumah penduduk hingga kini aman dari tindakan penjarahan harta dan benda. Kami dan warga setiap malam patroli untuk menjaga rumah agar tidak ada aksi penjarahan," kata salah seorang anggota TNI yang tengah melakukan penjagaan di Posko Umbulharjo, Minggu (31/10/2010).

Penjagaan memang tidak dilakukan di rumah-rumah penduduk yang menjadi korban letusan Gunung Merapi, namun dilakukan di semua posko dengan meminta identitas dan keterangan setiap orang yang berlalu lalang.

Sekitar 3.600 pengungsi yang menempati barak Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman dipindahkan ke barak pengungsian di Desa Wukisari yang dinilai lebih aman, kata koordinator barak Wukirsari Hamid.

"Pemindahan warga pengungsi ini karena kondisi barak Umbulharjo tidak memungkinkan dan berbahaya terkena awan panas sebab jaraknya hanya sekitar tujuh kilometer dari puncak Gunung Merapi, padahal kawasan yang aman adalah 10 kilometer," kata Koordinator Barak Pengungsian Wukirsari Hamid.

Menurut dia, lokasi barak pengungsian di Umbulharjo setelah letusan Gunung Merapi Jumat dini hari tidak aman dan dikhawatirkan awan panas masih akan mencapai lokasi barak.

"Atas pertimbangan itu, semua warga langsung pindah mengungsi ke barak Wukirsari. Sebelumnya jumlah pengungsi di Umbulharjo hanya 2.000 orang, tapi karena tadi malam Gunung Merapi meletus akhirnya semua warga Umbulharjo mengungsi semua mulai Kawasan Rawan Bencana (KRB) I hingga III," katanya.

Ia mengatakan, sebelumnya barak pengungsian Wukirsari hanya diisi sekitar 300 pengungsi saja, namun sejak Sabtu dinihari semua pengungsi di barak pengungsian Umbulharjo pindah semua ke Barak Pengungsian Wukirsari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau