Kampanyekan Diet Kantong Plastik

Kompas.com - 31/10/2010, 12:44 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Bahan plastik diakui sangat memudahkan manusia dalam segala hal. Sifatnya yang ringan dan praktis membuat penggunaan plastik begitu populer di masyarakat. Akan tetapi, plastik berdampak bahaya terhadap lingkungan karena memerlukan waktu ribuan tahun hingga terurai dan menyatu kembali ke alam.

Bahaya seperti ini juga yang membuat peritel asal Kanada, Circle K, mulai berkampanye "Diet Kantong Plastik". Melalui program ini, masyarakat diajak untuk mengurangi konsumsi plastik dengan membawa plastik sendiri dari rumah saat berbelanja ataupun kalau terpaksa bisa membeli plastik seharga Rp 100 atau tas BaGoes seharga Rp 25.000 yang bisa digunakan dalam jangka waktu lama.

"Kantong plastik jadi bagian yang tidak terpisahkan dari perilaku umum. Jadi, kami sadar plastik tidak bisa disetop, tapi bisa dikurangi. Oleh karena itu, kami mengampanyekan Diet Kantong Plastik ini," ujar Corporate Affair Investor Relation Circle K Indonesia Gunawan Indrobaskoro, Minggu (31/10/2010) di Taman Pramuka, Bandung, Jawa Barat.

Diet Kantong Plastik mulai dilakukan hari Minggu (31/10/2010) ini di 300 gerai Circle K yang ada di Bali, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Batam, dan Surabaya. Ia mengaku program ini sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab kepada masyarakat di sekitar Circle K beroperasi.

"Kami meminta masyarakat agar lebih bijak lagi dalam memakai plastik. Kalau mau belanja, ya bawa kantong sendiri dari rumah," ujar Gunawan. Kalaupun misalnya terpaksa dan tidak membawa kantong dari rumah, lanjut Gunawan, pelanggan Circle K bisa membeli plastik Circle K yang bersifat bio-degradable dan mampu terurai dalam tiga bulan.

"Pilihan lain juga bisa membeli tas BaGoes yang bisa dipakai ribuan kali dan ramah lingkungan hasil kerja sama dengan Greeneration Indonesia," ungkap Gunawan. Adapun tas BaGoes tersebut dijual seharga Rp 25.000, sedangkan plastik Circle K dijual Rp 100. Dana tersebut diakui untuk digunakan kembali bagi kelestarian lingkungan dan program Clean Up Your City (kegiatan bersih kota).

"Kami ingin mendidik masyarakat agar bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya. Kalau mau pakai plastik, ya harus tanggung jawab akan sampah dan dampaknya," ucap Gunawan kepada para wartawan.

Saat ini, konsumsi plastik di Circle sendiri mencapai 300-400 lembar plastik per harinya. Ditargetkan, melalui program ini, dalam setahun Circle K mampu mengurangi pemakaian plastik hingga 10 persen. "Kalau dilihat dari segi biaya, dengan menekan konsumsi kantong plastik memang tidak signifikan bagi perusahaan, paling hanya berkurang jutaan saja. Tapi kami hanya mau mendidik masyarakat," ujar CEO Circle K Indonesia, Cahyadi Heryantio.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau