Kemacetan dan polusi seakan sudah menjadi sahabat hidup dalam keseharian bagi kita yang tinggal di kota besar seperti Jakarta. Dalam bayang-bayang hidup di perkotaan seperti itu, budaya bersepeda layak dibangkitkan dan digairahkan kembali agar bisa menjaga dan menyeimbangkan kondisi alam.
Setidaknya itulah tujuan utama kegiatan ”Bike Fest Kompas Gramedia”, Minggu (31/10) di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, ”Sepeda untuk alam”.
Mentari pagi telah keluar dari peraduannya di ufuk timur. Sekitar 7.000 pesepeda sudah memenuhi kawasan Kantor Pemasaran BSD Serpong.
”Empat..., tiga..., dua..., satu..., ya,” teriak seorang pembawa acara.
Bersamaan dengan terdengarnya aba-aba itu, Direktur Bisnis PT Kompas Media Nusantara Abun Sanda dan Adi M Barnas yang mewakili PT Ultra Jaya, produsen Teh Kotak sebagai salah satu sponsor, mengangkat bendera sebagai tanda dimulainya kegiatan tersebut.
Waktu itu, jarum jam menunjukkan pukul 07.00. Ribuan pesepeda, mulai dari anak kecil, anak muda, hingga orangtua, gowes bersama. Santai sembari berolahraga di pagi hari menghirup segarnya udara alam BSD.
Rombongan yang dipimpin langsung Direktur Bisnis PT Kompas Media Nusantara ini mengelilingi sebagian kawasan, antara lain pusat perbelanjaan, pasar, pendidikan, taman, perhotelan, dan rumah sakit. Perjalanan dan petualangan sepanjang 18 kilometer dimulai.
Perjalanan dimulai dari kantor pemasaran, The Icon, Edu Town, Foresta, Green Cove, Giant, dan Ruko Tol Boulevard. Selanjutnya, pesepeda melintasi Ruko Versailles, Pasar Modern, Santa Ursula, Autoparts, Taman Kota, BSD Junction, dan Ocean Park. Pesepeda melanjutkan perjalanan melintasi Hotel Santika, Eka Hospital, Giant, Green Cove, dan kembali ke kantor pemasaran.
Keringat pun bercucuran dari kepala hingga seluruh tubuh. Selain memiliki keasyikan tersendiri yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata, bersepeda membuat badan sehat serta kemacetan dan polusi bisa dikurangi.
Acara itu dimeriahkan juga dengan
Abun Sanda mengatakan, kegiatan bersepeda ini setidaknya sebagai aksi nyata dan bentuk kepedulian Kompas Gramedia menghadapi ancaman polusi dan kemacetan di Jakarta, Tangerang Selatan, serta Kota dan Kabupaten Tangerang.
”Kegiatan
Budaya bersepeda harus dibangkitkan dan dihidupkan untuk menjaga alam perkotaan agar bisa menyelamatkan alam kota yang terkena polusi akibat gas buangan dari kendaraan bermotor.
Memang, bersepeda jelas kalah cepat bila dibandingkan dengan menggunakan sepeda motor atau mobil yang sehari-hari menjadi bagian hidup kita. Walau begitu, bersepeda tak bisa dilupakan.
Adi M Barnas dari pihak PT Ultra Jaya mengatakan, tujuan penyelenggaraan kegiatan ini agar masyarakat lebih peduli dengan alam. Apalagi, beberapa tahun belakangan ini, pemanasan global sudah terjadi hampir di seluruh belahan dunia. Paling tidak, dengan kegiatan seperti itu bisa memotivasi masyarakat untuk lebih sadar lingkungan, misalnya dengan hemat energi. Salah satunya dengan bersepeda.
Dalam kenyataannya, sejauh ini bersepeda masih sebatas kegiatan formalitas semata. Akan tetapi, Abun berharap, dengan kegiatan seperti ini, setidaknya bisa menarik perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten serta pemerintah kota dan kabupaten lainnya untuk lebih memerhatikan dan peduli bersepeda. Misalnya, dengan menyediakan jalur khusus bagi sepeda. Selain itu, menyediakan parkir untuk sepeda dan ruang mandi di setiap perkantoran.