Sukses Memberi ASI Pascapersalinan

Kompas.com - 01/11/2010, 13:13 WIB

KOMPAS.com - Banyak lembaga merekomendasikan pemberian ASI enam bulan pascapersalinan. WHO dan UNICEF di antaranya. Kesuksesan ibu dalam memberikan ASI kepada bayi baru lahir, dipengaruhi juga oleh persiapan, seperti kesiapan mental dengan dorongan dari dalam diri dan dukungan keluarga. Selain itu juga memahami teknik yang tepat dalam memberikan ASI eksklusif.

Agar sukses memberikan ASI eksklusif enam bulan, berikut panduannya:

Mulai dengan IMD
Inisiasi Menyusui Dini (IMD) mengawali pemberian ASI pascapersalinan. IMD dilakukan dalam 1-2 jam setelah kelahiran.

Memberikan IMD sama artinya dengan mencegah pemberian cairan prelaktal untuk bayi baru lahir. Pada ibu dengan kondisi atau alasan tertentu, kolostrum tidak keluar atau jumlah kolostrum tidak memadai untuk bayi. Meskipun sebenarnya, kolostrum atau ASI akan keluar dengan stimulasi dari bayi, yakni hisapan bayi. Dengan kesiapan ibu, ASI bisa keluar pascapersalinan.  

Agar proses IMD bisa berjalan baik, usahakan untuk mendapatkan fasilitas rawat gabung. Artinya bayi berada dalam satu kamar yang sama dengan ibunya.

Kontak kulit
Perbanyaklah kontak kulit ibu dengan bayi. Pada saat menyusui, akan lebih baik jika ibu dan bayi kontak skin-to-skin. Kontak kulit ibu-bayi ini meningkatkan kelekatan (bonding) antara ibu dan bayi.

Rileks

Kesiapan mental ibu punya peran penting dalam kesuksesan menyusui. Salah satunya, ibu harus rileks dan fokus untuk selalu memantapkan diri menyusui. Ibu juga perlu istirahat yang cukup selama menyusui.

Menyusui minimal 8-12 kali sehari
Semakin sering menyusui, pasokan ASI semakin meningkat. Minimal berikan ASI 8-12 kali sehari. Selama menyusui hindari pemberian susu formula. Kembali kepada prinsip, semakin sering menyusui, produksi ASI terus meningkat. Jika Anda tidak konsisten menyusui, hal ini memengaruhi produksi ASI. Artinya, produksi ASI pun akhirnya berkurang.

Hindari pemberian ASI Perah (ASIP) dengan dot
Memberikan ASIP menggunakan botol dengan dot akan menimbulkan gejala “bingung puting”. Dampaknya dirasakan oleh bayi Anda. Risikonya, bayi menjadi bingung ketika ibu kembali menyusui langsung. Benda asing mirip puting ibunya, yakni dot, menjadi penyebab gejala ini.

Metode lain pemberian ASIP
ASIP dapat diberikan dengan metode lain, selain dot. Ibu, pengasuh, atau keluarga perlu memelajari metode ini agar proses pemberian ASIP berjalan konsisten. Belajarlah menggunakan cangkir plastik, pipet, sendok kecil ketika memberikan ASIP.

Latih pengasuh memberikan ASIP

Konsistensi pemberian ASI memerlukan komitmen semua pihak. Pengasuh bayi punya peran penting, apalagi bagi Anda, ibu bekerja. Latihlah pengasuh bayi di rumah, untuk mendukung pemberian ASIP. Ajari pengasuh menggunakan berbagai metode pemberian ASIP, bukan dengan botol dot.

Pahami teknik memerah ASI

Saat cuti melahirkan berakhir, Anda harus kembali bekerja. Pilihan bekerja bukan penghambat pemberian ASI. Pahami teknik memerah dengan tangan atau penggunaan pompa ASI. Berbagai pilihan pompa ASI tersedia, yang akan lebih memudahkan Anda memerah ASI.

Menabung ASI
Saat akan kembali memulai aktivitas bekerja pascapersalinan, siapkan ASI. Caranya, menabung ASIP dua minggu sebelum masuk kerja. Simpan ASI dengan wadah yang benar dan tata cara yang tepat.

Komunikasikan rencana pemberian ASI dengan kantor

Anda perlu melakukan konfirmasi tentang rencana pemberian ASI saat kembali bekerja. Kantor atau atasan Anda perlu mengetahui rencana ini. Dukungan terhadap ibu bekerja untuk tetap memberikan ASI sangat diperlukan. Terutama saat Anda akan memerah ASI di kantor di sela waktu kerja Anda.

Anda juga membutuhkan penyesuaian saat mulai beraktivitas normal di kantor, karena Anda beradaptasi dengan gaya hidup baru. Yaitu meninggalkan bayi, memerah dan menyimpan ASIP, dengan tetap menjaga konsentrasi pada pekerjaan. Komunikasi yang baik dengan pihak kantor, akan memudahkan Anda menjalani semua peran dengan lebih mudah.

Sumber: Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau