Baranangsiang Bukan Lagi Terminal Bus

Kompas.com - 01/11/2010, 20:23 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Bogor memastikan, pembenahan di kawasan Terminal Bus Baranangsiang di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Selatan, sudah hampir pasti. Terminal itu nantinya menjadi kawasan terpadu antara pusat perbelanjaan, hotel, dan terminal kecil untuk angkutan dalam kota.

"Pokoknya, sudah tidak mungkin lagi Terminal Baranangsiang menjadi terminal yang melayani operasional bus-bus besar. Kalaupun nantinya masih ada terminal, itu juga hanya terminal kecil yang melayani persinggahan angkot dalam kota," kata Sekretaris Daerah Kota Bogor, Bambang Gunawan, di kantornya, Senin (1/11/2010) siang.

Ia mengungkapkan, pembenahan kawasan terminal itu bukan sekadar wacana, melainkan sudah dalam tahap pembahasan mendalam. Pembenahan terminal tersebut juga terkait dengan pembenahan terminal-terminal lainnya yang ada di Kota dan Kabupaten Bogor.

"Namun, prioritas utama Pemkot Bogor memang pada pembenahan Terminal Bus Baranangsiang," katanya.

Menurut Bambang, sudah ada tiga investor besar dari Jakarta yang ingin bekerja sama dengan Pemkot Bogor untuk melaksanakan proyek tersebut. Sementara itu, Pemkot Bogor memang sangat membutuhkan investor untuk proyek tersebut sebab modal yang dimiliki Pemkot Bogor hanyalah lahan Terminal Bus Baranangsiang itu. Tidak ada dana untuk memugar atau membangun kawasan tersebut. Selain itu, dibutuhkan dana sekitar Rp 200 miliar untuk memindahkan atau membuat terminal bus baru yang rencananya akan berlokasi di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara.

"Persiapan untuk rencana pemindahan dan penataan terminal itu, kalau diukur dengan skala 1 sampai 10, sudah sampai 7 lebih. Jadi, ini memang program serius. Kami berharap, dalam masa pemerintahan Pak Diani-Pak Ru'yat (Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor saat ini), proyek ini terlaksana dan selesai," katanya.

Bambang mengungkapkan, Pemkot Bogor menginginkan agar kawasan Baranangsiang atau di bekas lahan terminal itu nanti menjadi pertokoan lengkap dengan hotel, minimal bintang empat, yang di bawahnya terdapat terminal kecil untuk persinggahan angkot dalam kota.

"Pembangunannya bisa dengan cara BOT (build, operate, transfer). Jadi, dalam jangka 20 atau 30 tahun ke depan baru milik Pemkot seutuhnya sebab modal kami cuma lahan," kata Sekda Kota Bogor itu, yang tidak bersedia menyebut tiga perusahaan besar dari Jakarta yang mengincar posisi partner Pemkot Bogor dalam penataan dan pembangunan Terminal Bus Baranangsiang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau