BOGOR, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Bogor memastikan, pembenahan di kawasan Terminal Bus Baranangsiang di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Selatan, sudah hampir pasti. Terminal itu nantinya menjadi kawasan terpadu antara pusat perbelanjaan, hotel, dan terminal kecil untuk angkutan dalam kota.
"Pokoknya, sudah tidak mungkin lagi Terminal Baranangsiang menjadi terminal yang melayani operasional bus-bus besar. Kalaupun nantinya masih ada terminal, itu juga hanya terminal kecil yang melayani persinggahan angkot dalam kota," kata Sekretaris Daerah Kota Bogor, Bambang Gunawan, di kantornya, Senin (1/11/2010) siang.
Ia mengungkapkan, pembenahan kawasan terminal itu bukan sekadar wacana, melainkan sudah dalam tahap pembahasan mendalam. Pembenahan terminal tersebut juga terkait dengan pembenahan terminal-terminal lainnya yang ada di Kota dan Kabupaten Bogor.
"Namun, prioritas utama Pemkot Bogor memang pada pembenahan Terminal Bus Baranangsiang," katanya.
Menurut Bambang, sudah ada tiga investor besar dari Jakarta yang ingin bekerja sama dengan Pemkot Bogor untuk melaksanakan proyek tersebut. Sementara itu, Pemkot Bogor memang sangat membutuhkan investor untuk proyek tersebut sebab modal yang dimiliki Pemkot Bogor hanyalah lahan Terminal Bus Baranangsiang itu. Tidak ada dana untuk memugar atau membangun kawasan tersebut. Selain itu, dibutuhkan dana sekitar Rp 200 miliar untuk memindahkan atau membuat terminal bus baru yang rencananya akan berlokasi di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara.
"Persiapan untuk rencana pemindahan dan penataan terminal itu, kalau diukur dengan skala 1 sampai 10, sudah sampai 7 lebih. Jadi, ini memang program serius. Kami berharap, dalam masa pemerintahan Pak Diani-Pak Ru'yat (Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor saat ini), proyek ini terlaksana dan selesai," katanya.
Bambang mengungkapkan, Pemkot Bogor menginginkan agar kawasan Baranangsiang atau di bekas lahan terminal itu nanti menjadi pertokoan lengkap dengan hotel, minimal bintang empat, yang di bawahnya terdapat terminal kecil untuk persinggahan angkot dalam kota.
"Pembangunannya bisa dengan cara BOT (build, operate, transfer). Jadi, dalam jangka 20 atau 30 tahun ke depan baru milik Pemkot seutuhnya sebab modal kami cuma lahan," kata Sekda Kota Bogor itu, yang tidak bersedia menyebut tiga perusahaan besar dari Jakarta yang mengincar posisi partner Pemkot Bogor dalam penataan dan pembangunan Terminal Bus Baranangsiang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang