Pilkada

Megawati: Kalau "Mbalelo", Saya "Recall"

Kompas.com - 01/11/2010, 20:51 WIB

NEGARA, KOMPAS.com — Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri meminta anggota DPRD Jembrana yang berasal dari partai tersebut serius untuk memenangkan pasangan Putu Artha-I Made Kembang Hartawan dalam pilkada daerah setempat.

Megawati saat berkunjung ke Kabupaten Jembrana, Senin (1/11/2010), juga mengancam akan memberikan sanksi paling berat yaitu "recall" jika ada anggota DPRD yang tidak serius atau sebaliknya berani mendukung pasangan lain.

"Saya akan terus awasi kinerja dewan yang berasal dari PDI Perjuangan selama Pilkada Jembrana. Kalau ada yang mbalelo, sudah pasti akan saya recall. Perlu diingat, saya sudah punya nama-nama anggota dewan yang potensial untuk tidak serius memenangkan pasangan ini," kata Megawati tanpa menyebut siapa-siapa saja anggota dewan dari PDI-P yang ia maksud.

Selama berada di Jembrana, bersama pasangan Artha-Kembang (ABANG), Megawati mengawali acara dengan santap siang di Gilimanuk. Setelah itu, ia bertemu tokoh-tokoh dan masyarakat di Desa Melaya dan Nusasari, Kecamatan Melaya.

Kepada masyarakat dua desa itu, ia memperkenalkan pasangan dari PDI-P tersebut. Menurut Megawati, partainya sudah melewati pertimbangan matang dalam mengusung pasangan itu.

"Mereka ini merupakan figur yang lama jadi kader PDI-P dan sudah punya pengalaman di pemerintahan, makanya kami anggap layak untuk memimpin Jembrana," katanya.

Bagi masyarakat Jembrana, Megawati masih memiliki daya tarik yang kuat yang terbukti dengan kehadiran ratusan masyarakat di tiap lokasi yang ia kunjungi.

Seusai bertatap muka dengan masyarakat dua desa tersebut, mantan Presiden RI ini meneruskan kunjungan ke Desa Manistutu, kecamatan yang sama. Namun, di desa ini ia hanya melihat bambu khas Jembrana.

"Ibu senang dengan tanaman. Ia dengar di Jembrana ada bambu yang bagus, makanya ingin melihat langsung," kata Ketua DPC PDI-P Jembrana I Made Kembang Hartawan.

KEMBANG yang juga merupakan calon wakil bupati dari PDI-P ini mengatakan, kedatangan Megawati merupakan dukungan yang luar biasa terhadapnya. Selain itu ia melihat, Megawati sangat serius dalam memenangkan kadernya pada Pemilukada Jembrana.

"Karena ibu sudah serius, kader-kader PDI-P di sini juga harus lebih serius lagi," ujarnya.

Ia mengakui, meski tidak tahu apa pertimbangannya, Megawati memberikan perhatian lebih untuk Pemilukada Jembrana.

Menurutnya, baik kepada dia maupun Putu Artha, Megawati berpesan agar mereka selalu turun ke bawah dan bertegur sapa dengan masyarakat.

Dalam kedatangan ke Jembrana ini, Megawati juga mengajak beberapa pengurus DPP dan DPD PDI-P. Tokoh-tokoh dari pusat yang ikut antara lain Ketua Komisi Anggaran DPR RI Amir Muis serta dua anggota DPR RI dari Bali, yaitu Made Urip dan Damantra.

Adapun dari DPD, tampak Ketua DPD PDI-P Bali AA Oka Ratmadi (Cok Rat), Nyoman Adi Wiryatama, dan Wayan Candra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau