Anak krakatau

Kegempaan Krakatau Mencapai 729 Kali

Kompas.com - 01/11/2010, 22:17 WIB

LEBAK, KOMPAS.com - Kegempaan vulkanik Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, sepanjang Senin mencapai 720 kali dan kondisinya masih dinyatakan status waspada atau level II.

"Selama ini aktivitas vulkanik Anak Krakatau masih berlangsung dengan frekuensi interval lima sampai 10 menit," kata Kepala Pos Pemantau GAK, Cinangka, Anton Triambudi, Senin (1/11/2010).

Anton mengatakan, pihaknya hingga kini terus melakukan pemantauan aktivitas vulkanik kegempaan Anak Krakatau menyusul ditetapkanya sebagai status waspada tersebut.

Berdasarkan hasil rekaman alat seismograf di Pos Pemantau Pasauran, Cinangka, Kabupaten Serang, kegempaan vulkanik sebanyak 729 kali.

Dari 729 kali gempa di antaranya vulkanik dalam (VB) sebanyak 31 kali, gempa vulkanik dangkal (VD) 221 kali, letusan 178 kali, tremor 151 kali dan hembusan 148 kali.

Sebagian besar aktivitas kegempaan Anak Krakatau yakni letusan dan hembusan.

Dia menyatakan, intensitas kegempaan vulkanik Gunung Anak Krakatau terus mengalami peningkatan dibandingkan Minggu mencapai 585 kali.

Sepanjang Senin getaran gempa vulkanik mencapai 729 kali, namun status masih menyandang waspada atau level II.

"Saya kira jika aktivitas gempa vulkanik terus naik kemungkinan status akan dinaikkan menjadi "siaga" atau level III," katanya.

Menurut dia, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Bandung, Jawa Barat, mengimbau nelayan maupun warga dilarang mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda karena sangat membahayakan terkena lontaran pijar.

PVMBG hanya memberikan rekomendasi dengan radius dua kilometer dari titik letusan tersebut.

"Jika mendekati kawasan Anak Krakatau dan terkena lontaran bebatuan pijar lava yang suhunya mencapai 800 sampai 1.000 derajat Celcius dipastikan meninggal," katanya.

Sementara itu, sejumlah warga yang tinggal di pesisir pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, mengaku selama ini mereka tetap tenang dan tidak berpengaruh terhadap aktivitas kegempaan vulkanik Anak Krakatau.

"Saya seperti biasanya bekerja dan tidak takut terhadap aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau," kata Jaka (40) seorang pengrajin patung di Keacamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau