Liga primer

PS Makassar Primer League Wakil di LPI

Kompas.com - 02/11/2010, 04:21 WIB

Makassar, Senin - PS Makassar Primer League bakal menjadi wakil Kota Makassar untuk berlaga di Kompetisi Liga Primer Indonesia yang menurut rencana mulai bergulir 8 Januari 2011.

Manajer PS Makassar Primer League Husain Abdullah di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/11), menjelaskan, tim ini bukan bagian dari kepengurusan PSM yang kini lebih fokus berlaga di Liga Super Indonesia (LSI).

”Kami sudah menetapkan satu nama untuk tim yang akan diproyeksikan menghadapi kompetisi LPI tahun depan. Selain itu, kami juga sudah membentuk pengurus dengan Andi Ilhamsyah Mattalatta sebagai direkturnya,” kata Abdullah kepada Antara.

Pria yang akrab disapa Uceng ini juga menambahkan, sebagai bukti keseriusan tampil di kompetisi yang digagas pengusaha kondang Arifin Panigoro tersebut, pihaknya bakal segera menyiapkan kerangka tim definitifnya.

Untuk memantau pemain yang akan memperkuat PS Makassar Primer League, sebelumnya akan diadakan seleksi terlebih dahulu pada 22 November. Untuk itu, pihaknya akan meminta bantuan jasa pelatih Arsenal Football Club di Jakarta.

Upaya ini diharapkan bisa membuat komposisi tim yang lebih tangguh dan mampu bersaing dengan tim lainnya.

Sebagai langkah awal, pria yang juga berprofesi sebagai wartawan itu akan memanfaatkan Pekan Olahraga Daerah XIV Pangkep, yang digelar 6-13 November mendatang sebagai pemantauan pemain yang dianggap layak memperkuat PS Makassar Primer League.

Adapun untuk usia pemain, pengurus mematok hanya mengambil pemain yang berusia 18 hingga 23 tahun. Alasannya, untuk proyek jangka panjang.

”Pembentukan tim yang solid membutuhkan pendekatan metodologi yang tepat. Kami percaya kemampuan pelatih yang bersangkutan mampu melahirkan satu tim yang disegani, sekaligus membawa prestasi bagi Makassar dan Sulsel,” tuturnya.

Mengenai proses seleksi, pengurus tidak menutup pintu bagi pemain yang berasal dari luar Sulawesi Selatan. Artinya, siapa pun yang memiliki kemampuan dan cocok dengan penilaian pelatih, bakal direkrut masuk dalam jajaran pasukannya.

”Makassar ini adalah kota bola dengan talenta dan bakat yang baik. Makanya, kami percaya bisa membentuk tim yang lebih solid. Namun, kami juga akan tetap melihat perkembangan, apakah LPI memang jadi digelar atau tidak,” ujarnya. (NIC)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau