Februari 2011, Infiniti Mulai Dijual Indonesia

Kompas.com - 02/11/2010, 08:39 WIB

ULUWATU, KOMPAS.com – Tiga bulan sebelum resmi membuka ruang pamernya di Indonesia, Infiniti, produk premium dari Nissan, mulai memancangkan fondasinya. Strategi pertama yang dilakukan, pada 31 Oktiber lalu mengundang Senior Vice President COO, Desain, Nissan, Shiro Nakamura, 60 tahun untuk menjelaskan filosofi  dan  konsep desain Infiniti kepada wartawan resort mewah, Bvlgari, Uluwatu, Bali.

Shiro didampingi oleh Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia (NMI), Takayuki Kimura dan  Wakil Direktur Pemasaran NM, Teddy Irawan,  juga menjelaskan sejarah pemasaran Infiniti di Amerika Serikat, Eropa, Korea Selatan, China, Taiwan dan rencana mereka di Indonesia.

Dipastikan, awal Februari tahun depan, Infiniti sudah  membuka show room pertamanya di Indonesia, yaitu di Jalan Simatupang, Jakarta Selatan (ex-Volvo).

Pada acara pengenalan filosofi desain Infiniti  kepada wartawan, NMI  menghadirkan dua model dari tiga model Infiniti yang akan dipasarkan di Indonesia. Dua model tersebut adalah Sport Coupe G37 dan Sport crossover FX50. Satu lagi  model yang akan dipasarkan di Indonesia sedan M.

Angka-angka di belakang masing model menunjukkan kapasitas mesin,. FX50 menggunakan mesin 5,0 liter, sedangakan G37, 3,7 liter.

Sporty  & Kemewahan Menurut Shiro Nakamura, Infiniti lahir dengan filosofi sporty, kemewahan dan bertenaga. Karena itulah, faktor terakhir ini yang menyebabkan Infiniti mengandalkan mesin berkapasitas besar.

“Eksterior depan dan belakang Infiniti didesain dengan aspek double arch. Untuk interior double wave,” jelas Shiro. Dengan konsep tersebut, penampilan Infinito untuk seluruh model tanpa kekar dan bertenaga. Sedangkan interior diperlihatkan kemewahnya.

Harga Sementara itu, Takayuki Kimura  mengatakan, agar Infiniti bisa bersaing di Indonesia,  NMI  menawarkan harga yang atraktif. Kimura sendiri  belum bisa   menyebutkan angka pastinya. Dijelaskan pula, harga mobil dengan mesin di atas 3,0 liter asal Jepang,  akan kompetitif  karena adanya Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement (IJ-EPA). Bea impor menjadi lebih murah harga pun bisa diturunkan.

Hal tersebut pula yang menyebabkan NMI memilih  waktu peluncuran tahun depan di Indonesia bisa jadi karena bea masuk mobil 3,0 liter tinggal  4 persen.

Kendati yakin produknya bisa bersaing di segmen premium,  Nissan tidak akan memasang target penjualannya di Indonesia. “Kita harapkan bisa menjual 500 unit setengah tahun sudah bagus,” jelas Kimura.   

Sebagai gambaran, G37 di Jepang dijual berkisar dari 4-6 juta yen. Sementara dui Amerika, 33.250 – 54.900 dolar Amerika Serikat.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau