ULUWATU, KOMPAS.com – Tiga bulan sebelum resmi membuka ruang pamernya di Indonesia, Infiniti, produk premium dari Nissan, mulai memancangkan fondasinya. Strategi pertama yang dilakukan, pada 31 Oktiber lalu mengundang Senior Vice President COO, Desain, Nissan, Shiro Nakamura, 60 tahun untuk menjelaskan filosofi dan konsep desain Infiniti kepada wartawan resort mewah, Bvlgari, Uluwatu, Bali.
Shiro didampingi oleh Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia (NMI), Takayuki Kimura dan Wakil Direktur Pemasaran NM, Teddy Irawan, juga menjelaskan sejarah pemasaran Infiniti di Amerika Serikat, Eropa, Korea Selatan, China, Taiwan dan rencana mereka di Indonesia.
Dipastikan, awal Februari tahun depan, Infiniti sudah membuka show room pertamanya di Indonesia, yaitu di Jalan Simatupang, Jakarta Selatan (ex-Volvo).
Pada acara pengenalan filosofi desain Infiniti kepada wartawan, NMI menghadirkan dua model dari tiga model Infiniti yang akan dipasarkan di Indonesia. Dua model tersebut adalah Sport Coupe G37 dan Sport crossover FX50. Satu lagi model yang akan dipasarkan di Indonesia sedan M.
Angka-angka di belakang masing model menunjukkan kapasitas mesin,. FX50 menggunakan mesin 5,0 liter, sedangakan G37, 3,7 liter.
Sporty & Kemewahan Menurut Shiro Nakamura, Infiniti lahir dengan filosofi sporty, kemewahan dan bertenaga. Karena itulah, faktor terakhir ini yang menyebabkan Infiniti mengandalkan mesin berkapasitas besar.
“Eksterior depan dan belakang Infiniti didesain dengan aspek double arch. Untuk interior double wave,” jelas Shiro. Dengan konsep tersebut, penampilan Infinito untuk seluruh model tanpa kekar dan bertenaga. Sedangkan interior diperlihatkan kemewahnya.
Harga Sementara itu, Takayuki Kimura mengatakan, agar Infiniti bisa bersaing di Indonesia, NMI menawarkan harga yang atraktif. Kimura sendiri belum bisa menyebutkan angka pastinya. Dijelaskan pula, harga mobil dengan mesin di atas 3,0 liter asal Jepang, akan kompetitif karena adanya Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement (IJ-EPA). Bea impor menjadi lebih murah harga pun bisa diturunkan.
Hal tersebut pula yang menyebabkan NMI memilih waktu peluncuran tahun depan di Indonesia bisa jadi karena bea masuk mobil 3,0 liter tinggal 4 persen.
Kendati yakin produknya bisa bersaing di segmen premium, Nissan tidak akan memasang target penjualannya di Indonesia. “Kita harapkan bisa menjual 500 unit setengah tahun sudah bagus,” jelas Kimura.
Sebagai gambaran, G37 di Jepang dijual berkisar dari 4-6 juta yen. Sementara dui Amerika, 33.250 – 54.900 dolar Amerika Serikat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang