Perilaku

Kenapa Sih Orang Suka Film Hantu?

Kompas.com - 02/11/2010, 10:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Film-film atau reality show berbau hantu hampir selalu laku karena jutaan orang menontonnya. Setiap Halloween, orang-orang pun sibuk mencari kostum seram untuk merayakannya. Kini, banyak orang juga suka pergi ke rumah hantu.

Kenapa sih begitu keranjingannya menikmati hantu?

"Orang menonton film hantu karena mereka memang ingin ditakut-takuti. Jika tidak, mereka takkan melakukannya untuk yang kedua kali," ungkap Jeffrey Goldstein, editor buku Why We Watch dan profesor psikologi sosial dari Universitas Utrecht, Belanda, saat diwawancara Live Science, kemarin.

"Kami memilih hiburan yang kami ingin dipengaruhi olehnya. Jika orang ingin pergi menonton film horor, itu karena mereka ingin merasakan efeknya," lanjutnya.

Menurut pendapat David Rudd, dekan College of Social and Behavioral Science, orang menyukai ketakutan dan berusaha mencari ketakutan lewat film horor karena mereka tahu bahaya yang mereka rasakan palsu. Mereka tahu benar bahwa sebenarnya mereka baik-baik saja. Kesadaran itu mengusir rasa takut dan bahkan membuat mereka gembira.

Rudd mengatakan, remaja dan orang dewasa umumnya mampu menakar rasa takut yang diakibatkan oleh pengalamannya. Misalnya, mereka tahu bahwa menonton film horor tidak akan menyebabkan ancaman fisik, hanya ancaman psikologis kecil karena mungkin mengalami mimpi buruk setelahnya.

Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang benar-benar merasa takut melihat film horor?

Dalam wawancaranya dengan Live Science, kemarin, Rudd mengatakan, pengalaman rasa takut yang riil adalah menghadapi ketakutan yang dia anggap di luar batas. Dalam hal ini, orang memiliki persepsi yang berbeda-beda tentang batasannya. Anak-anak, misalnya, belum mampu menakar kewajaran pengalamannya sehingga sering sekali merasa takut.

"Orang dewasa sudah terbiasa dengan risiko tertentu dan rasa takut. Tentang film hantu, misalnya, mereka bisa dengan mudah melupakannya. Tidak seperti anak-anak. Pengalaman dengan rasa takut ini adalah sesuatu yang bisa dipelajari. Itu merupakan bagian dari kedewasaan," tutur Rudd.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau