Perkosaan

Tak Tahan Ingin Mesum, Rok Pia Dirobek

Kompas.com - 02/11/2010, 18:44 WIB

 

BADUNG.KOMPAS.com - Pia, 24, nama samaran, wanita cantik yang tinggal di rumah kos Perum Canggu Dewata Banjar Tandas Tibubeneng Kuta Utara, Badung, Bali melaporkan ke Polres Badung.

Pia terpaksa melaporkan NS, pacarnya ke Polisi, karena mengancam dengan menggunakan pisau agar Pia bersedia melakukan hubungan badan.

Awalnya, pasangan kumpul kebo yang sudah hidup satu atap selama empat bulan terakhir ini bertengkar hebat pada Selasa dini hari. Adu mulut ini berlanjut pada kontak fisik.

“Karena korban sempat melawan, pelaku sempat memukulnya,” ujar salah seorang sumber di Polres Badung, selasa (02/10/2010).

NS yang sudah kalap dan tak tahan ingin berhubungan badan kemudian merobek rok dan pakaian dalam Pia dengan pisau. Usai merobek pakaiannya NS lalu dengan kasar memaksa Pia agar segera melayaninya.

Tidak terima dengan perlakukan kasar NS, Pia yang merasa direndahkan dan dilecehkan melakukan perlawanan. Akhirnya, Pia berhasil kabur dan kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya kepada polisi dengan tuduhan perkosaan.

Untuk menindaklanjuti laporan PR, polisi lalu memeriksa NS. Dari keterangan yang diberikan kepada polisi NS membantah tuduhan tersebut dan justru menyudutkan PR.

“Dari pengakuan NS, korban saat itu meminta uang untuk pulang ke lombok, tapi karena tidak diberikan, korban kemudian mengancam bunuh diri menggunakan pisau. Kemudian NS berusaha merebut pisau tersebut,” jelasnya.

Namun aksi saling rebut ini akhirnya mengenai baju korban. Kasat reskrim Polres Badung AKP Soma Adnyana membenarkan adanya laporan ini dan masih mendalami kasusnya.

“Masih kita lakukan penyelidikan, untuk motif pastinya masih kita dalami,” tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau