Sampai dengan bulan September 2010, dari total penjualan sebanyak 5.526.824 unit, Honda meraih 2.573.303 unit. Di belakangnya menempel ketat Yamaha dengan penjualan sebanyak 2.479.681 unit, hanya terpaut 93.622 unit.
Honda unggul di kategori sepeda motor bebek (underbone) dengan penjualan sebanyak 1.367.034 unit, sedangkan Yamaha unggul di kategori sepeda motor laki-laki (motor sport) dengan penjualan sebanyak 178.483 unit dan skuter otomatik (skutik) dengan penjualan sebanyak 1.213.211 unit. Di kategori underbone, Yamaha harus puas di urutan kedua dengan penjualan sebanyak 1.087.987 unit, sedangkan di kategori motor sport dan skutik, Honda yang harus puas di urutan kedua dengan penjualan sebanyak 117.841 unit dan 1.088.428 unit.
PT Astra Honda Motor tentunya tidak tinggal diam. Sebagai perusahaan pembuat sepeda motor yang menjual produk terbanyak di negara ini, PT Astra Honda Motor tentu juga ingin menempati urutan pertama dalam segmen skutik. Honda mencoba menekan Yamaha dengan memperlebar rentang skutiknya, baik dalam produk maupun harga.
Di samping Vario dan beberapa variannya, PT Astra Honda Motor juga memasarkan Beat dan Scoopy yang langsung populer di masyarakat. Scoopy adalah skutik baru Honda yang dibuat mirip Vespa, skuter buatan Piaggio yang tidak diproduksi lagi. Bentuk Scoopy yang klasik itu membuat banyak orang yang tertarik untuk memilikinya. Tidak heran jika orang harus menginden untuk membelinya, terutama untuk warna-warna tertentu.
Namun, untuk mengambil alih urutan pertama di segmen skutik, tentunya tidak mudah. Diperlukan strategi pemasaran yang tepat mengingat Yamaha sudah hadir di segmen itu lebih dulu, pasti Yamaha tidak akan tinggal diam. Apalagi, Yamaha juga memasukkan Xeon, skutik baru berkapasitas mesin 125 cc.
Yang unik adalah Suzuki, yang juga merupakan pemain lama bersama Honda dan Yamaha. Walaupun produk-produknya banyak yang bagus, yang tidak kalah jika disetarakan dengan Honda atau Yamaha, dalam penjualan Suzuki agak tertinggal dibandingkan dengan Honda dan Yamaha. Pada saat Honda dan Yamaha menjual lebih dari 2 juta unit sepeda motor, Suzuki hanya menjual sebanyak 393.303 unit, dengan rincian underbone sebanyak 253.301 unit, motor sport sebanyak 12.203 unit, dan skutik 127.799 unit.
Kawazaki bertengger di urutan keempat dengan penjualan sebanyak 63.411 unit. Namun, walaupun demikian, penjualan motor sport Kawasaki mencapai 48.896 unit, lebih dari empat kali lipat dibandingkan dengan yang dicapai oleh Suzuki dalam periode yang sama. Sukses motor sport Kawasaki itu dimotori oleh Kawasaki Ninja.
Urutan kelima ditempati oleh TVS, perusahaan pembuat sepeda motor asal India, dengan penjualan sebanyak 15.635 unit, masing-masing underbone sebanyak 13.889 unit dan motor sport sebanyak 1.746 unit. Di urutan keenam terdapat Kanzen, perusahaan pembuat sepeda motor dalam negeri, dengan penjualan 1.491 unit, semuanya kategori underbone.
Dua perusahaan pembuat sepeda motor lain, yakni Bajaj asal India dan Piaggio asal Italia, tidak tergabung dalam Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia. Dengan demikian, angka resmi penjualan produknya tidak terdaftar.