Universitas terbuka

UT Mandek, Teknologi Kendalanya

Kompas.com - 03/11/2010, 11:01 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com Penyelenggaraan pendidikan jarak jauh di Universitas Terbuka terkendala infrastruktur teknologi informasi yang terbatas, terutama di daerah-daerah terpencil. Akibatnya, belum semua mahasiswa UT memiliki akses teknologi informasi yang seharusnya bisa mempermudah perolehan bahan materi ajar.

Hal itu dikemukakan Rektor Universitas Terbuka (UT), Tian Belawati. ”Khusus di Indonesia, pemanfaatan teknologi informasi masih harus ditingkatkan. Pembangunan infrastrukturnya belum merata,” kata Tian seusai Wisuda Periode III Tahun 2010, Selasa (2/11/2010) di Kampus UT, Tangerang, Banten.

Padahal, menurut Direktur Pascasarjana UT, Udin Winataputra, pendidikan jarak jauh dengan teknologi informasi (TI) dan komunikasi menghilangkan hambatan jarak dan waktu karena para peserta didik bisa mengakses bahan ajar setiap saat dan di mana saja.

”Dengan memanfaatkan teknologi informasi, biaya pendidikan jarak jauh menjadi lebih terjangkau seluruh lapisan masyarakat,” kata Udin.

Kendala infrastruktur TI ini, menurut Tian, harus segera ditangani agar UT bisa lebih mengembangkan diri, antara lain dengan membuat program politeknik, seperti yang ada di negara lain, misalnya di Afrika Selatan.

”Negara-negara lain yang memiliki UT sudah bisa membuat program politeknik jarak jauh, seperti Fakultas Teknik atau Keperawatan. Tahun depan, kita akan kirim tim untuk mempelajari itu,” ujarnya.

Jika kendala akses teknologi informasi ini bisa teratasi, jumlah mahasiswa UT—kini 650.000 orang di seluruh Indonesia kecuali Papua Barat dan di luar negeri—diyakini akan meningkat. Meski masih ada kendala pemanfaatan teknologi informasi, menurut Tian, sistem UT di Indonesia dinilai telah berjalan baik oleh tim penilai UT dari Inggris.

”Jika dilihat dari kondisi dan luas wilayah di Indonesia, sistemnya dinilai telah berjalan baik. Apalagi dengan banyaknya sinergi dengan berbagai instansi,” ujarnya.

Menurut peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti, fasilitas kegiatan belajar-mengajar di UT harus diperhatikan karena sistem pendidikan jarak jauh memberikan persamaan hak bagi semua orang untuk bisa memperoleh pendidikan berkualitas dengan biaya terjangkau.

”Biaya UT jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya perguruan tinggi konvensional, dan jangkauannya juga lebih luas,” ujarnya. (LUK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau