Merapi meletus

Pulang dari Merapi, Agung Siapkan Inpres

Kompas.com - 03/11/2010, 12:14 WIB

KLATEN, KOMPAS.com - Rancangan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Penanganan Bencana di Indonesia ternyata baru akan disiapkan oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono sepulangnya menemani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau lokasi bencana Gunung Merapi di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Agung mengupayakan rancangan Inpres tersebut dapat diterbitkan pada November 2010 ini.

Hal itu diungkapkan Agung Laksono saat ditanya Kompas.com di sela-sela mendampingi Presiden Yudhoyono mengunjungi lokasi pengungsi Gunung Merapi di Desa Dompol, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (3/11/2010).

"Sepulang dari sini, kami akan mulai menggarapnya," katanya.

Menurut Agung, Inpres Penanganan Bencana akan mengatur mekanisme cara mengambil keputusan bencana antara bupati, gubernur, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Juga akan mengatur tahapan-tahapan bencana mulai dari tanggap darurat, rehabilitasi hingga rekonstruksi daerah bencana," katanya.

Dikatakan Agung, rancangan Inpres tersebut juga akan mengatur pertanggungjawaban dan transparansi penggunaan anggaran bencana dari APBN dan APBD serta bantuan-bantuan dari maayarakat dan pihak-pihak lainnya.

Direncanakan juga, kata Agung, rancangan Inpres Penanganan Bencana juga akan mengatur penataan ruangan di kawasan bencana agar masyarakat mengetahui dan mencegah terulangnya kembali bencana yang menyebabkan warga masyarakat menjadi korban dari bencana gempa bumi, gunung meletus, longsor, atau tsunami tersebut.

"Ya, kami upayakan November inilah selesai. Mudah-mudahan," ujar Agung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau