JAKARTA, KOMPAS.com - Sarmen, warga Pramuka Jakarta Pusat, terlihat wara-wiri di halaman kantor Bank Mandiri Cabang Jakarta Kebon Sirih, Rabu (3/11/2010).
Sesekali dirinya tampak berdiri di pinggir mengamati orang-orang yang tengah melakukan pembelian saham perdana PT Krakatau Steel. Dirinya memang memiliki rencana untuk ikut membeli saham BUMN yang dijual Rp 850 per lembar saham ini.
Namun, hingga hari kedua ini, rencana itu belum terlaksana juga. "Saya masih survei-survei saja. Rencananya besok saya belinya," ungkapnya.
Maklumlah, lanjutnya, ini pengalaman pertamanya ikut menjadi pemegang saham atau istilahnya 'bermain saham'. Sarmen mengaku belum pernah sekalipun bermain saham sebelumnya. Kali ini pun dia akhirnya memutuskan membeli karena didorong oleh keponakan-keponakannya yang bekerja di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sarmen mengaku tidak keberatan untuk 'menuruti' usulan para keponakannya karena didukung pula oleh status Krakatau Steel sebagai BUMN. Apalagi harganya murah pula. Sarmen berencana membeli 10 lot sekaligus. "Ini kan saham pemerintah ya. Jadi menurut saya relatif lebih aman. Kalau milik pemerintah, kan pasti diproteksi ya," katanya.
Hal senada juga ditegaskan oleh Haudy, warga Pluit, Jakarta Utara. Pria yang sudah 12 tahun bermain saham ini mengaku tak mau ketinggalan membeli saham Krakatau Steel.
Selain harganya sangat murah, prospeknya juga menjanjikan. "Iya, ini kan milik pemerintah ya. Kira-kira beberapa bulan lagi pasti harganya sudah naik berapa kali lipat ya. Lumayan untungnya," ungkap Haudy.
Dia mengaku sudah menyelesaikan tahap pertama pembelian saham perdana perusahaan baja milik negara ini. Wajahnya tampak puas. Namun, Haudy mengeluhkan sedikit tentang pelayanan yang agak memusingkannya. Jika dinilai, angka 6,5 diberikannya.
"Kemarin saya sudah datang menjelang siang. Eh, masa sudah habis nomor antreannya. Trus katanya nunggu sampai jam 2, tapi enggak ada kemajuan juga. Akhirnya ya hari ini bayarnya," tambahnya lagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang