Ipo krakatau steel

Lebih Aman, Murah Lagi...

Kompas.com - 03/11/2010, 12:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sarmen, warga Pramuka Jakarta Pusat, terlihat wara-wiri di halaman kantor Bank Mandiri Cabang Jakarta Kebon Sirih, Rabu (3/11/2010).

Sesekali dirinya tampak berdiri di pinggir mengamati orang-orang yang tengah melakukan pembelian saham perdana PT Krakatau Steel. Dirinya memang memiliki rencana untuk ikut membeli saham BUMN yang dijual Rp 850 per lembar saham ini.

Namun, hingga hari kedua ini, rencana itu belum terlaksana juga. "Saya masih survei-survei saja. Rencananya besok saya belinya," ungkapnya.

Maklumlah, lanjutnya, ini pengalaman pertamanya ikut menjadi pemegang saham atau istilahnya 'bermain saham'. Sarmen mengaku belum pernah sekalipun bermain saham sebelumnya. Kali ini pun dia akhirnya memutuskan membeli karena didorong oleh keponakan-keponakannya yang bekerja di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sarmen mengaku tidak keberatan untuk 'menuruti' usulan para keponakannya karena didukung pula oleh status Krakatau Steel sebagai BUMN. Apalagi harganya murah pula. Sarmen berencana membeli 10 lot sekaligus. "Ini kan saham pemerintah ya. Jadi menurut saya relatif lebih aman. Kalau milik pemerintah, kan pasti diproteksi ya," katanya.

Hal senada juga ditegaskan oleh Haudy, warga Pluit, Jakarta Utara. Pria yang sudah 12 tahun bermain saham ini mengaku tak mau ketinggalan membeli saham Krakatau Steel.

Selain harganya sangat murah, prospeknya juga menjanjikan. "Iya, ini kan milik pemerintah ya. Kira-kira beberapa bulan lagi pasti harganya sudah naik berapa kali lipat ya. Lumayan untungnya," ungkap Haudy.

Dia mengaku sudah menyelesaikan tahap pertama pembelian saham perdana perusahaan baja milik negara ini. Wajahnya tampak puas. Namun, Haudy mengeluhkan sedikit tentang pelayanan yang agak memusingkannya. Jika dinilai, angka 6,5 diberikannya.

"Kemarin saya sudah datang menjelang siang. Eh, masa sudah habis nomor antreannya. Trus katanya nunggu sampai jam 2, tapi enggak ada kemajuan juga. Akhirnya ya hari ini bayarnya," tambahnya lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau