BPOM: 11 Air Minum Kemasan Aman

Kompas.com - 03/11/2010, 13:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pengawas Obat dan Makanan menyatakan bahwa 11 merek air minum dalam kemasan gelas yang dianggap bermasalah oleh YLKI aman dikonsumsi. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Deputy Keamanan Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan atau Deputy Keamanan Pangan BPOM Roy Sparingga di Hotel Sultan, Rabu ini.

Roy mengatakan, pihaknya telah meneliti lebih lanjut dan hasilnya, kesebelas air minum dalam kemasan (AMDK) masih dalam batas aman untuk dikonsumsi masyarakat. "Setelah mendapat laporan YLKI, kami langsung respons. Ternyata yang kami temukan semua aman," ujarnya.

Jumlah mikroba dalam AMDK saat di dalam pabrik dengan saat di pasar menurut Roy bisa sangat berbeda. Hal ini berkaitan erat dengan proses distribusi yang ada. "Kalau bakterinya melebihi batas, itu belum tentu produsen yang bermasalah. Bisa saat distribusinya atau handling-nya di warung-warung," katanya.

Dia menambahkan, ada beberapa faktor yang bisa membuat mikroba dalam air kemasan bertambah. "Misalnya kalau terpapar matahari atau kemasan gelasnya bocor, itu mikrobanya bisa cepat berkembang. Inilah yang juga menyebabkan mikroba bisa melebihi batas aman," ujarnya.

Roy juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu resah karena tidak semua mikroba dalam AMDK berbahaya bagi tubuh. "Bakteri patogen itu yang berbahaya, sedangkan mikroba itu tidak semuanya patogen, ada parasit, jamur, dan lainnya yang tidak berbahaya," urainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, YLKI menemukan 9 merek AMDK gelas yang memiliki jumlah mikroba mendekati batas aman dan 2 merek yang memiliki jumlah mikroba melebihi batas aman yang ditetapkan BPOM. Jumlah mikroba maksimal di pasaran yang ditetapkan BPOM adalah 100.000 mikroba per mililiter.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau