Tsunami mentawai

Pelajar Perlu Pelatihan Simulasi Gempa

Kompas.com - 03/11/2010, 17:33 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Pelajar Sikakap, Kepulauan Mentawai, Sumbar, perlu pelatihan simulasi gempa dan tsunami agar saat bencana datang mereka lebih siap menghadapi serta meminimalisir terjadinya korban jiwa.

"Mengingat daerah Sikakap rawan gempa pelajar di daerah tersebut perlu dilatih untuk menghadapinya dalam bentuk latihan dan simulasi agar mereka memiliki kesiapan menghadapinya," kata Guru SMUN 1 Sikakap, Mentawai, Efendi Idris, Rabu (3/11/2010).

Menurutnya, jika pelajar telah dilatih untuk menghadapi gempa dan tsunami mereka bisa menyampaikan ilmu yang diperoleh kepada keluarganya guna meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa dan tsunami.

"Karenanya kepada pihak berwenang seperti Dinas Pendidikan dan Pemerintah Daerah diharapkan mengadakan pelatihan simulasi gempa dan tsunami," lanjutnya.

Jika setiap pelajar telah dibekali ilmu tentang apa yang harus dilakukan ketika gempa dan tsunami terjadi, maka akan meminimalisir terjadinya korban saat bencana tersebut datang.

Saat ini para pelajar tersebut juga perlu mendapatkan bimbingan konseling guna menghilangkan trauma yang dialami akibat gempa 25 Oktober 2010.

"Secara umum kegiatan belajar belum berjalan efektif sebagaimana biasa karena kondisi siswa yang masih mengalami trauma serta tingkat kehadiran belum optimal," katanya.

Dikatakannya, proses belajar mengajar baru bisa berjalan normal kemungkinan minggu depan atau dua minggu usai gempa terjadi karena kondisi sudah lebih baik serta pelajar yang sebelumnya berkunjung melihat keadaan keluarganya sudah kembali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau