Merapi meletus lagi

Merapi Meletus, Mensos 4,5 Km dari Puncak

Kompas.com - 03/11/2010, 20:07 WIB

BOYOLALI, KOMPAS.com — Saat erupsi Gunung Merapi berlangsung, Rabu (3/11/2010), Menteri Sosial Salim Segaf Al'Jufrie tengah berada 4,5 kilometer dari puncak Merapi dari arah utara, yakni Kabupaten Boyolali.

Salim tengah memantau pengungsi di tempat pengungsian akhir Samiran di Kecamatan Selo. Menteri Sosial sempat mengunjungi lokasi itu dari sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 WIB.

Dia didampingi Bupati Boyolali Seno Samodro berkeliling ke dapur umum, melihat pengungsi di tenda, dan melihat lokasi penampungan logistik.

Beberapa staf Menteri Sosial yang mendengar kabar perluasan daerah aman dari 10 kilometer menjadi 15 kilometer oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pukul 16.05 terlihat panik.

Hal itu terasa lebih setelah mereka mengetahui lokasi pengungsian itu berjarak sekitar 4,5 kilometer garis lurus dari Merapi. "Tolong hal itu disampaikan kepada Bapak Menteri, Mas," tutur seorang staf perempuan Mensos.

Ketika itu, hujan masih turun deras dan Merapi tertutup kabut sehingga hanya sesekali terdengar suara seperti petir. Namun, Mensos yang ditanya soal jarak aman itu mengatakan, warga dan Pemkab Boyolali meyakini ada tameng bukit yang menjadi pengaman alami.

"Saya melihat mereka (pemkab) lebih tahu wilayah, kecuali ada tim khusus yang menangani Gunung Merapi berpendapat lain. Sejauh ini belum ada pendapat lain," ujar Mensos.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau