GAZA, KOMPAS.com - Militer Israel akhirnya mengaku telah menembak sebuah mobil di dekat markas kepolisian Kota Gaza, Rabu (3/11/2010) yang menewaskan satu orang. Israel menyebut korban sebagai seorang gerilyawan senior Al Qaeda yang terlibat dalam serangan ke sasaran milik AS dan Israel.
Mohammad Jamil al-Nemnem (27), korban tewas, disebut sebagai salah seorang komandan Tentara Islam, kelompok yang mendukung ideologi seperti Al Qaida. Beberapa jam setelah ledakan itu, seorang jurubicara militer mengkonfirmasi Nemnem telah ditargetkan dalam operasi bersama oleh militer dan dinas keamanan dalam negeri Israel Shin Bet. Israel menuduh bahwa Nemnem telah terlibat dalam sejumlah serangan, salah satunya ditujukan pada warga Israel dan AS di semenanjung Sinai, Mesir.
"Ia terlibat dalam beberapa serangan terhadap sasaran Israel pada beberapa tahun terakhir terhadap sasaran AS dan Israel di Sinai berkoordinasi dengan elemen-elemen di Jalur Gaza," kata jubir militer Israel.
Tentara Islam adalah salah satu kelompok yang lebih keras di Gaza dan mengambil bagian dalam penangkapan tentara Israel Gilad Shalit pada Juni 2006, bersama dengan Hamas dan kelompok garis keras kecil lainnya, Komite Perlawanan Rakyat. Hamas mengatakan mereka telah memutuskan hubungan dengan Tentara Islam setelah kelompok itu menangkap wartawan BBC Mei 2007. Hamas menjamin pembebasan wartawan BBC itu hampir empat bulan kemudian setelah mereka merebut kekuasaan di Gaza.
Hamas kadang-kadang bentrok dengan Tentara Islam dan kelompok garis keras lainnya. Pada Agustus 2009, polisi Hamas menyerang sebuah masjid di Gaza, menewaskan seorang sheikh radikal dan 23 pengikutnya setelah ia mengumumkan keemiran Islam di wilayah miskin itu dan para pengikutnya mengacung-acungkan senjata di depan umum.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang