Qantas Indonesia Tunggu Laporan Pusat

Kompas.com - 04/11/2010, 13:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perwakilan maskapai penerbangan Qantas di Jakarta menolak berkomentar detil perihal kerusakan mesin yang membuat beberapa bagian dari pesawat tersebut berceceran di Batam Center, Kamis (4/11/2010) pagi.

Mereka mengaku masih menunggu kejelasan informasi terkait peristiwa tersebut dari kantor pusat di Australia. "Baru ada pernyataan media dari kantor pusat yang menyatakan kalau pesawat Qantas Airbus A380 dengan QF dari Singapura ke Sydney mengalami gangguan mesin," ujar Manajer Qantas Indonesia, Robert Everest, Kamis (3/11/2010), di Prudential Tower, Jakarta.

Ia mengungkapkan, pesawat mengalami gangguan tak lama sesudah lepas landas dan akhirnya kembali dengan selamat di Singapura pada pukul 11.45 waktu setempat. Pesawat itu, ungkap Robert, memiliki rute penerbangan London-Singapura-Sydney. Namun, mengalami gangguan saat hendak menuju Sydney.

"Media yang menyebutkan pesawat bertabrakan itu tidak benar. Sampai saat ini kami masih menunggu kabar dari pusat. Hanya ini yang bisa kami sampaikan. Atau bisa kontak dengan humas kami," ujar Robert yang tergesa-gesa menuju kembali ke ruangan kerjanya tersebut.

Saat diklarifikasi perihal peristiwa ini, Tania Hapsari, humas Indopacific Edelman membenarkan peristiwa gangguan yang dialami Qantas sekitar pukul 09.00 itu.

"Tidak ada korban jiwa dan semua selamat. Penumpang sudah diberitahukan bahwa ada gangguan dan mendarat darurat di Singapur," ujar Tania melalui sambungan telepon.

Adapun, hingga kini masih belum diketahui apakah di dalamnya terdapat penumpang asal Indonesia atau tidak.  "Masih belum tahu tunggu investigasi dari Qantas Singapura dan Sydney. Tapi penumpang pasti akan diberangkatkan lagi, meski belum tahu pakai pesawat apa," ungkap Tania.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau