DENPASAR, KOMPAS.com — Pembunuhan sadis terhadap seorang nenek bernama Ni Ketut Orti (65) terjadi di banjar Pemebetan No 11, Kapal, Badung, Kamis (4/11/2010) pukul 04.30 Wita pagi. Pembunuhan diduga bermotif dendam karena tidak ada harta korban yang hilang.
"Hingga saat ini belum ada laporan barang korban yang hilang. Jadi, kami dalami kasus pembunuhan dulu," ujar Kasat Reskrim Polres Badung Ajun Komisaris Soma Adnyana seusai olah TKP, siang tadi.
Dari hasil olah TKP, polisi tidak menemukan adanya upaya untuk mencuri harta milik korban karena kondisi tempat penyimpanan uang di dalam rumah yang juga dijadikan toko kelontong tidak terbuka sedikit pun.
Saat ini polisi masih memeriksa sejumlah saksi dari pihak keluarga korban yang diduga mengetahui latar belakang penyebab kematian Orti.
Seperti diberitakan sebelumnya, Nenek Orti yang telah memiliki 9 cucu pagi tadi ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di kamar belakang warung kelontong tempat ia berjualan sehari-hari.
Ketika ditemukan, Nenek Orti masih hidup, meski kondisinya sudah mengenaskan dengan 11 tusukan di sekujur tubuh dan sebagian besar di wajah dan leher.
"Saat ditemukan, dia masih hidup, bahkan sempat mengusap-usap rambutnya yang penuh darah," kata keponakan korban, Gede Putra Adnyana, saat ditemui di lokasi kejadian.
Namun, korban akhirnya meninggal dalam perjalanan saat akan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang