Penanganan gempa

Pemerintah Haiti Belajar ke Bantul, DIY

Kompas.com - 04/11/2010, 17:35 WIB

BANTUL, KOMPAS.com - Sepuluh orang delegasi dari pemerintah Haiti bertandang ke Bantul, untuk belajar penangangan gempa dan proses rekonstruksi, Kamis (4/11/2010).

Mereka akan mereplikasi pola di Bantul untuk rekonstruksi pascagempa berkekuatan 7 skala richter, yang menghantam negeri di Amerika Latin itu pada Januari lalu.

"Kami datang ke sini untuk belajar bagaimana membangun rumah-rumah penduduk dalam waktu cepat, serta memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat. Makanya saya bawa perwakilan dari arsitek dan pelaku pembangunan proyek lainnya," kata Paul Antoine Bien-Aime, Menteri Dalam Negeri Haiti, saat berdialog dengan warga di Desa Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul.

Deputi Direktur Kantor Keuangan dan Pembangunan Haiti John Alix Nikolas mengatakan Haiti mengalami kejadian yang sama dengan Bantul, yaitu gempa besar berkekuatan 7 SR pada 12 Januari 2010.

Bencana tersebut menewaskan 200.000 orang, dan 50.000 orang menderita cacat. Jumlah rumah rusak sekitar 200.000 buah.

Menurutnya, saat ini Haiti tengah berkosentrasi untuk membangun kembali rumah-rumah warga yang rusak. Setidaknya ada sekitar 1 juta pengungsi yang masih tinggal di tenda-tenda darurat.

"Kami ingin tahu bagaimana Bantul bisa cepat membangun rumah warga. Kami juga ingin tahu struktur bangunannya seperti apa," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau