Pengungsi Butuh Makanan Siap Saji

Kompas.com - 05/11/2010, 13:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bantuan bagi para pengungsi di Kecamatan Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, tidak tersebar secara merata. Banyak posko-posko pengungsian yang masih kekurangan bantuan.

Menurut Goro Hendratmo, Koordinator Relawan Posko Van Lith, Muntilan, bantuan bagi pengungsi sebaiknya dapat disebar lebih merata lagi.

"Bantuan itu bukan kurang, tetapi tidak merata. Di satu posko sangat cukup, tetapi di posko lain kekurangan," ujarnya saat dihubungi Kompas.com via telepon, Jumat (5/11/2010).

Ia menambahkan, yang paling dibutuhkan para korban letusan Gunung Merapi di Muntilan saat ini adalah makanan siap saji.

Ini disebabkan karena relawan kewalahan menghadapi pengungsi yang jumlahnya ribuan. "Sekarang ini kita butuh nasi bungkus, Mas. Kalau untuk ke depannya yang kita butuhkan itu sembako dan dapur umum karena kita tidak mungkin beli makanan jadi di sini, tidak ada yang jual makanan. Kita juga butuh dokter dan semoga ada trauma healing bagi anak-anak karena kondisi di sini sudah parah," jelas Goro.

Letusan Merapi ini membuat perekonomian di kawasan Muntilan lumpuh total. Menurut Goro, tidak ada satu pun toko ataupun pasar di Kecamatan Muntilan yang buka. Goro Mengimbau, bagi masyarakat yang ingin mengirimkan bantuan untuk tidak memberi bantuan dalam bentuk uang.

"Kalau uang itu risikonya tinggi, lagipula di sini juga toko tidak ada yang buka. Kalau mau kirim bantuan bisa langsung dikirim ke posko-posko yang ada, seperti di PL Van Lith, Ponpes Muhammadiyah, Pastoran Gereja Muntilan, dan lainnya," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau