Kontroversi krakatau steel

Harga IPO KS Lebih Murah dari Krakatau Posco

Kompas.com - 05/11/2010, 15:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses penawasan saham perdana PT Krakatau Steel masih menuai kontroversi. Drajad Wibowo, anggota Partai Amanat Nasional, menilai masih ada beberapa masalah dalam initial public offering produsen baja terbesar nasional tersebut.

Drajad menilai harga saham perdana Krakatau Steel itu masih terlalu murah. Wakil Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) ini membandingkan dengan investasi PT Krakatau Posco. Menurutnya, dengan kurs Rp 9.000 per dollar Amerika Serikat, maka nilai pasar 100 persen saham Krakatau Steel sebesar 1,47 miliar dollar AS. Bila kapasitas produksinya naik 2,5 juta tahun depan, maka nilai pasar Krakatau Steel menjadi 588,4 dollar AS per ton kapasitas produksi.

Sementara, investasi Krakatau Posco senilai 2,84 miliar dollar AS untuk kapasitas 3 juta ton per tahun. Nilai buku dari investasi menjadi 948 dollar AS per ton rencana kapasitas. "Masa nilai pasar Krakatau Steel per ton 61 persen lebih rendah dari nilai rencana investasi Krakatau Posco. Tentu tidak masuk akal," ujar Drajad ke KONTAN, Jumat (5/11/2010).

Ia bilang, Krakatau Steel seharusnya lebih unggul dari Krakatau Posco. Sebab, Krakatau Steel merupakan perusahaan yang sudah beroperasi puluhan tahun sementara Krakatau Posco baru groundbreaking pada 20 Oktober lalu.

Selain itu, Drajad mengatakan Krakatau Steel sedang dalam proses revitalisasi dengan biaya 220 juta dollar AS yang tuntas pada Desember 2010 dan ditambah 360 juta dollar AS pada April mendatang. "Hanya perusahaan busuk yang masuk BPPN yang nilai pasarnya jauh dibawah nilai buku investasi. Jadi jelas harga Krakatau Steel kemurahan atau investasi Krakatau Posco di-mark up," tandasnya.

Makanya, Drajad minta jika proses penjatahan selesai harus dibuka siapa saja end buyers-nya. " Jangan hanya sampai pada sekuritasnya. Tapi dalam periode penjatahan sekarang, sebaiknya segera diinvestigasi rancangan penjatahan yg disiapkan oleh underwriters," pungkasnya.

Soal siapa saja politisi yang ikut ambil bagian ini, Drajad memilih bungkam. "Sementara saya keep dulu lah kalau ini," kilahnya. (Epung Saepudin/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau