Di Makam Adipati, 20 Orang Kesurupan

Kompas.com - 05/11/2010, 21:23 WIB

BLITAR, KOMPAS.com - Sedikitnya 20 peserta bersih desa yang digelar perangkat Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Jawa Timur, berteriak-teriak mirip orang kesurupan saat tiba di lokasi makam Adipati Aryo, sesepuh kecamatan tersebut.

Bambang, salah seorang panitia, usai bersih desa, Jumat (5/11/2010) mengemukakan, kejadian ini sering menimpa peserta saat kegiatan seperti ini. Mereka seperti tidak sadar dan berteriak-teriak.

"Mereka terlalu menghayati dan bersemangat mengikuti kegiatan ini, sehingga sudah tidak peduli dengan kondisi tubuh dan jiwanya," katanya.

Kondisi para peserta itu memang tampak kacau. Mereka berteriak, menangis, bahkan ada yang mengamuk.

Kondisi mereka lebih kacau lagi, setelah tiba di makam Aryo. Mereka baru sadar, setelah ada sesepuh desa yang membantu dengan doa-doa.

Sayangnya, tidak semua peserta yang sudah dibantu dengan doa-doa kembali sadar.

Ada salah seorang peserta yang kebanyakan pria tersebut justru tambah berontak dan mengamuk, melawan panitia yang memegangnya.

Selain itu, masih ada juga peserta yang menggigit kain mori yang berada di atas makam.

Walaupun sebagian peserta mengalami kesurupan massal, warga justru enggan untuk bergerak dari lokasi itu, menghindari kemungkinan juga ikut kesurupan. Mereka seolah menikmati adegan itu.

Sunarto, salah seorang warga mengaku lebih memilih untuk bertahan.

Ia memang sudah mempersiapkan diri ikut dalam acara itu, berharap mendapat berkah dengan ikut berdoa bersama.

Ia hanya berharap tidak ikut kesurupan dengan selalu menenangkan jiwa dan pikiran.

Kepala Kelurahan Blitar Widodo mengungkapkan, kegiatan ini adalah agenda setiap tahun yang dilakukan oleh warga setempat.

Kegiatan ini sebagai bentuk mengucapkan syukur atas segala nikmat yang diberikan.

Sebagai wujudnya, selain menyelenggarakan tarian jaranan, juga membawa berbagai macam tumpeng. Isi dari tumpeng itu adalah hasil bumi yang nantinya akan diperebutkan warga.

Pihaknya berharap, kegiatan ini mampu menjadikan berkah tersendiri untuk warga terutama di Kelurahan Blitar yang didominasi petani ini.

Acara ini sempat memacetkan arus lalu lintas di daerah ini. Polisi juga turun tangan, membantu memperlancar pengamanan, agar tidak terjadi macet.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau